Jumat, 05 Februari 2016

TAHAP PELAPORAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

TAHAP PELAPORAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA


A.                PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
1.      Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah laporan yang bersifat informasi tentang kondisi keuangan dari hasil operasi perusahaan pada periode tertentu.
Menurut Sistem Akuntansi Keuangan (SAK), laporan keuangan meliputi neraca, perhitungan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan yang berlaku di Indonesia adalah laporan keuangan yang disusun secara akrual.
2.      Tujuan Laporan Keuangan
Laporan keuangan mempunyai tujuan, yaitu :
·         Menyajikan informasi yang menyangkut posisi keuangan
·         Untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai walaupun tidak menyajikan semua informasi yang memuaskan karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
·         Untuk menyatakan apa yang telah dilakukan manajemen atau mempertangung jawabkan atas sumber daya yang dipercaya.
3.      Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
Pengukuran adalah proses penetapan sejumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsure laporan keuangan dalam neraca dan laporan laba rugi.
Yang menjadi dasar pengukuran tersebut adalah :
a.       Biaya Historis
Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas (setara kas) yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut pada saat perolehan.
b.      Biaya Kini
Aktiva dinilai dalam jumlah kas (satara kas) yang seharusnya dibayar bila aktiva yang sama atau setara aktiva diperoleh sekarang.
c.       Nilai Realisasi/Penyelesaian
Aktiva dinyatakan dalam jumlah kas (setara kas) yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual aktiva dlaam pelepasan normal.
d.      Nialai Sekarang
Aktiva dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal.
B.                 JENIS LAPORAN KEUANGAN
a.       Laporan Laba Rugi
Laporan L/R adalah ringkasan pendapatan dan beban suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu, misalnya dalam waktu sebulan atau setahun.
Laporan L/R dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu :
·         Bentuk Single Step (bentuk langsung).
PT. XXXX
Laporan Laba Rugi
Per 31 Desember 201x


 

Pendapatan Jasa                                                                            Rp xxx
Beban :
      Beban perlengkapan                            Rp xxx
      Beban sewa                                         Rp xxx
      Beban upah                                         Rp xxx
      Bunga upah                                         Rp xxx     +
                                                                                                      Rp xxx        -
                                                                                                      Rp xxx

·         Bentuk multiple step (bentuk bertahap)
PT. XXX
Laporan Laba Rugi
Per 31 Desember 201x
                        Pendapatan jasa                                                                      Rp xxx
                        Beban operasional :
      Beban perlengkapan    Rp xxx
      Beban sewa                 Rp xxx
      Beban upah                 Rp xxx   +
                              Jumlah beban Operasional                              Rp xxx     -
      Laba Operasional                                                                    Rp xxx
      Beban non operasional :
                  Beban bunga                                                               Rp xxx     -
       
       Laba bersih sebelum pajak                                                      Rp xxx
b.      Laporan perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas adalah ringkasan tentenag perubahan ekuitas yang terjadi dalam satu periode tertentu.
PT. XXX
Laporan Perubahan Ekuitas
Per 31 Desember 201x


 

Ekuitas 1 Januari 201x                                                      Rp xxx
Laba bersih                                    Rp xxx
Pengambilan prive             (Rp xxx)  +
Penambahan ekuitas                                                          Rp xxx   -
Ekuitas 31 Desember 201x                                               Rp xxx
c.       Penyusunan Neraca
Neraca adalah suatu daftar aktiva, kewajiban dan ekuitas perusahaan pada tanggal tertentu yang biasanya pada tangggal akhir bulan atau tahun. Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk :
1.      Bentuk Akun / Perkiraan
PT. XXX
NERACA
Per 31 Desember 201x
Aktiva                                                                      Kewajiban & Ekuitas
Kas                           Rp xxx                                kewajiban :
Perlengkapan            Rp xxx                                   utang bank                              Rp xxx
Peralatan                  Rp xxx   +                           ekuitas :
Jumlah aktiva           Rp xxx                                    modal                                      Rp xxx
                                                                        Jmlh. Kewajiban & ekuitas     Rp xxx
2.      Bentuk Laporan
PT. XXX
NERACA
Per 31 Desember 201x
Aktiva :
Aktiva Lancar :
Kas                                                            Rp xxx
Perlengkapan                                             Rp xxx   +
      Jumlah aktiva lancer                                                                Rp xxx
Aktiva tetap :
Peralatan                                                   Rp xxx
      Jumlah aktiva tetap                                                                 Rp xxx   +
      Jumlah aktiva                                                                          Rp xxx
Kewajiaban :
Utang  bank                                                                                  Rp xxx
Ekuitas :
Modal                                                                                            Rp xxx   +
      Jumlah kewajiban dan modal                                                  Rp xxx


Akutansi sebagai sistem informasi

Akutansi sebagai sistem informasi akan membahas tentang :
1. Pengertian akuntansi 
2. Kualitas informasi akuntansi
3. Proses kegiatan akuntansi
4. Kegunaan informasi akuntansi
5. Macam-macam bidang spesialis akuntansi
6. Etika profesi akuntan 

1. Pengertian Akuntansi 

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli 
Pengertian akuntansi adalah bahwa akuntansi merupakan proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi.Tapi ada beberapa Pengertian yang berbeda dari tap ahli berikut petikkannya:
Menurut American Accounting Association ( AAA ). Akuntansi itu merupakan :
“Proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut “.
Definisi akuntansi menurut Arnold:
Definisi akuntansi dipandang sebagai suatu sistem untuk menyediakan informasi (terutama keuangan) kepada siapa saja yang harus membuat keputusan dan mengendalikan penerapan keputusan tersebut.
Definisi akuntansi menurut C. West Churman:
sebagai pengalaman tertulis yang berguna untuk pengambilan keputusan.

Definisi akuntansi menurut Widjaya Tunggal:
“Akuntansi sering kali dinyatakan sebagai bahasa perusahaan (language of business) yang berguna untuk memberikan informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Informasi ini merupakan data yang disajikan/diperoleh perusahaan yang bersifat keuangan dan dinyatakan dalam istilah-istilah moneter.

2. Kualitas Informasi Akuntansi 

 A. Dapat dipaham
        Laporan keuangan haruslah jelas dan mudah untuk di mengerti. Dengan begitu laporan keuangan dapatlah digunakan dan bermanfaat, data itu dapat di jadi kan sumber informasi, yang akan di gunakan untuk mengambil sebuah keputusan dalam melakukan rencana ke depan.
     Namun demikian, syarat kemudahan untuk di pahami ini tidah di haruskan menghilangkan informasi yang komplesi/sulit di pahami. Informasi yang komplek/sulit dipahami haruslah tetap di tampilkan dengan suatu cara tertentu agar mudah di pahami.
 
B. Relevan
      Agar bermanfaat, informasi haruslah relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan, yang artinya dapat mempengaruhi keputusan ekomomi, pemakai dapat membantu mereka dalam mengevakuasi masa lalu, masa kini, atau pun masa kedepannya dan menegaskan/mengkoreksi hasil evakuasi mereka di masa lalu.
 
C. Metarealitas
       Informasi di pandang material kalau kelalaiyan untuk mencantumkan kesalahan dalam mencatatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan yang akan di keluarkan.
 
D. Keadaan
     Agar bermanfaat, informasi haruslah andal yang berarti bebas dalam pengertian yang menyesatkan, seperti kesalahan material dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus dan jujur.
 
E. Penyajian  jujur
      Agar dapat di andalkan, informasi haruslah di sajikan dengan cara yang sejujur-jujurnya serta peristiwa lainnya, contoh seperti naraca haruslah di tulis secara jujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentuk aktiva, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada ganggal laporan.
 
F. Substansi mengungguli bentuk
      Dalam melihat suatu transaksi tertentu yang diutamakan adalah substansi dari transaksi atau peristiwa itu pun sendiri.
      Transaksi serta peristiwa tersebut perlu di catat dan di sajikan sesuain dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan banya dalam bentuk hukum itu sendiri.
 
G. Netralitas/Netral
      Informasi haruslah diarahkan pada kebutuhan pemakai dan tudah kergantung pada kebutuhan sendiri atau terhadap keinginan pihat tertentu.
       Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang henya menguntungkan beberapa pihak, dan sementara itu akan merugikan pihak lain, yang memiliki kepentingan lain.
 
H. Kepentingan sehat
      Pembuatan leporan keuangan ada kalanya menghadapi ketidak pastian peristiwa, seperti ketertagihan piutang yang diragukan
      Kepastian semacam itu diakui dengan mengungkapkan kalimat serta tingkatan dengan menggunakan pertimbangan sehat dalam menyusun laporan.
 
 I. Kelengkapan
        Informasi dalam laporan keuangan haruslah lengkap dalam materialitas dan imbang, kesengajaan untuk tidak mengungkapkan informasi yang sebenarnya akan mengakibatkan informasi yang ada tidak benar.
 
 J. Dapat dibandingkan
       Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan [erusahaan antarperiode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan, pemakai juga harus dapat membandingkan laporan keuangan untuk perusahaan untuk mengetahua posisi keuangan dan kinerja keuangan itu sendiri..

3. Proses Kegiatan Akuntansi 

    Kegiatan akuntansi meliputi proses pencatatan, pengelompokkan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi. 

     Proses pencatatan dan pengelompokkan transaksi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan. 

     Proses pelaporan dan penganalisisan data dilakukan dalam satu periode waktu. 

    Kegiatan akuntansi memiliki peran penting dalam menyajikan laporan keuangan suatu perusahaan. Oleh karena itu, informasi akuntansi harus disajikan dalam bentuk laporan secara akurat dan tepat waktu sehingga berguna bagi pemakai informasi akuntansi.

4. Kegunaan Informasi Akuntansi

  Kegunaan Informasi Akuntansi bagi Pemakai Informasi
1. Pemakai intern
Pemakai intern merupakan pihak yang mengelola kegiatan usaha, yaitu pimpinan perusahaan. Pimpinan merupakan pihak yang bertanggung jawab terhadap kinerja perusahaan. Dengan menggunakan informasi akuntansi, pimpinan melakukan perencanaan, pengendalian, pengawasan, dan pengevaluasian kinerja perusahaan.
2. Pemakai ekstern
Pemakai ekstern yang memakai informasi akuntansi adalah sebagai berikut:
 
a. Pemilik perusahaan (investor). 
       Pemilik merupakan pihak yang menyetorkan modal untuk kegiatan usaha. Pemilik membutuhkan informasi akuntansi untuk mengetahui posisi keuangan dan kinerja perusahaan.
 
b. Kreditor. 
     Kreditor merupakan pihak yang memberikan pinjaman kepada perusahaan sebagai tambahan modal. Informasi akuntansi diperlukan kreditor sebagai dasar untuk memberikan pinjaman.
 
c. Pemerintah. 
     Pemerintah memerlukan informasi akuntansi untuk menetapkan besar pajak yang ditanggung perusahaan. Pajak perusahaan digunakan untuk melaksanakan pembangunan.
 
d. Karyawan. 
      Karyawan adalah sumber daya manusia yang berperan memajukan kinerja perusahaan. Dengan laporan keuangan, karyawan bisa mengetahui kemampuan perusahaan dalam memberikan upah, dana pensiun, dan kesempatan kerja.
 
e. Masyarakat. 
     Perusahaan yang berkembang turut andil dalam perekonomian nasional, seperti penyediaan lapangan kerja dan manfaat sosial lainnya. Kemampuan perusahaan terhadap dua hal tersebut bisa diketahui melalui laporan keuangan.

5. Macaam-macam Bidang Spesialisasi Akuntansi

      Akuntansi Keuangan (financial accounting). 
     Bidang ini berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Ia berhubungan dengan pelapporan keuangan untuk pihak-pihak di luar perusahaan. Oleh karena pihak-pihak di luar perusahaan yang mempunyai banyak kepentingan, maka laporan yang dihasilkan bersifat serba guna (general purpose). Hal yang penting untuk diperhatikan dalam penyusunan laporan keuangan untuk pihak-pihak ini adalah aturan-aturan yang telah disetujui bersama. Aturan-aturan itu disebut prinsip-prinsip akuntansi. Adalah merupakan kewajiban perusahaan untuk mengikuti prinsip-prinsip tersebut dalam menyusun laporan mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan kepada pihak-pihak di luar perusahaan.
  1.      Akuntansi Pemeriksaan (auditing).  Bidang ini berhubungan dengan pemeriksaan secara bebas terhadap laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan. Walaupun tujuan utama dari dilakukannya pemeriksaan adalah agar informasi akuntansi yang disajikan dapat lebih dipercaya, namun terdapat tujuan-tujuan lain yang dapat dicakup. Misalnya, memastikan ketaatan terhadap kebijakan, prosedur atau peraturan serta menilai efisiensi dan efektifitas suatu kegiatan. Konsep yang mendasari akuntansi pemeriksaan adalah obyektivitas dan independensi dari pemeriksa. Di samping itu kerahasiaan serta pengumpulan bukti-bukti yang cukup dan relevan juga merupakan konsep dasar yang dianut dalam pemeriksaan. Pengumpulan bukti-bukti pemeriksaan yang cukup dan relevan tadi dilakukan melalui pengujian terhadap catatan-catatan akuntansi dan prosedur-prosedur pemeriksaan lainnya. Dalam melakukan pemeriksaan, akuntan tunduk pada norma-norma pemeriksaan dan kode etik akuntan. Pemeriksaan akuntansi merupakan jasa utama yang diberikan oleh akuntan publik. Di samping akuntan publik, perusahaan-perusahaan besar umumnya memiliki pegawai yang bekerja sebagai akuntan intern atau pemeriksa intern (internal auditor). Salah satu tugas utama dari pemeriksa intern adalah menentukan sampai sejauh mana tiap-tiap bagian dalam perusahaan telah mematuhi kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.
  2.      Akuntansi Manajemen (management accounting). Akuntansi yang bertujuan utama menghasilkan informasi untuk kepentinngan manajemen. Jenis informasi yang diperlukan dalam manajemen dalam banyak hal berbeda dengan informasi yang diperlukan pihak luar. Beberapa kegunaan dari akuntansi manajemen adalah mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan. Kegunaan akuntansi manajemen dalam pengambilan kepputusan dapat dilihat , misalnya dalam hal penetapan harga jual, metode produksi, investasi dan pembelanjaan. Dalam menghasilkan informasi yang diperlukan, akuntansi manajemen tidak membatasi diri pada data historis saja, ada kalanya digunakan data yang baru terjadi dan bahkan data taksiran di masa datang. Di samping itu, akuntansi manajemen dalam memecahkan masalah-masalahnya kadang memerlukan bantuan disiplin ilmu yang lain, misalnya teori organisasi, ilmu perilaku (behavirol sciences) dan teori informasi.
  3.     Akuntansi Biaya (cost accounting). Bidang ini menekankan pada penetapan dan kontrol atas biaya, terutama berhubungan dengan biaya produksi suatu barang. Tetapi perhatian yang makin meningkat mulai diberikan atas biaya distribusi. Fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan menganalisa data mengenai biaya, baik biaya yang telah maupun yang akan terjadi. Informasi yang dihasilkan berguna bagi manajemen sebagai alat kontrol atas kegiatan yang telah dilakukan dan bermanfaat untuk membuat rencana di masa mendatang.
  4.     Akuntansi perpajakan (tax accounting). Laporan akuntansi yang digunakan untuk tujuan perpajakan berbeda dengan laporan untuk tujuan lain. Hal ini disebabkan oleh berbedanya konsep tentang transaksi dan kejadian keuangan, metode pengukuran dan cara pelaporan. Untuk tujuan pajak, konsep tentang transaksi dan kejadian keuangan serta bagaimana mengukur dan melaporkannya ditetapkan oleh undang-undang. Oleh karena setiap perusahaan akan selalu berurusan dengan masalah perpajakan, maka seorang akuntan perlu mengetahui konsep, metode dan cara pelaporan untuk perpajakan tersebut. Di samping itu peraturan perpajakan mempunyai pengaruh yang besar terhadap keputusan usaha yang akan dilakukan perusahaan. Dalam menghadapi masalah pajak, akuntan dapat berperan dalam hal perencanaan pajak (tax planning), pelaksanaan administrasi perpajakan, misalnya mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), atau mewakili perusahaan di hadapan kantor pajak. Tugas akuntan dalam perencanaan pajak di antaranya adalah memberi nasehat tentang bagaimana meminimalisir pengaruh pajak, apabila secara hukum dimungkinkan. Nasehat-nasehat tersebut di antaranya adalah pemilihan bentuk badan usaha, metode akuntansi yang diterapkan dan cara menangani suatu transaksi.
  5.     Sistem Informasi (information system). Bidang ini menyediakan informasi keuangan maupun non keuangan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan organisasi secara efektif. Melalui sistem ini diproses informasi yang diperlukan untuk menyusun laporan kepada pemegang saham, kreditur, badan-badan pemerintah, pimpinan perusahaan, pegawai dan pihak-pihak lain. Sistem yang dirancang dengan baik akan memungkinkan pimpinan perusahaan mengidentifikasikan masalah dan menelaahnya sehingga masalah tersebut dapat ditangani.Beberapa aspek dari suatu sistem adalah harus dapat menghasilkan informasi pada waktu yang tepat, dalam bentuk yang bermanfaat dan pada tingkat akurasi yang wajar, dan pada tingkat biaya yang layak. Tugas seorang akuntan dalam bidang ini dapat meliputi perancangan, pelaksanaan dan evaluasi suatu sistem dalam perusahaan.
  6.      Penganggaran (budgeting). Bidang ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta analisa dan pengotrolannya. Anggaran adalah sarana untuk menjabarkan tujuan perusahaan, berisi rencana kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di masa datang serta nilai uang yang terlibat di dalamnya. Apabila rencana ini dibandingkan dengan realisasinya, maka ia dapat merupakan alat kontrol di dalam perusahaan.
  7.     Akuntansi Pemerintahan (governmental acounting). Bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi yang terjadi di dalam pemerintah, menyediakan laporan akuntansi tentang aspek kepengurusan (business aspect) dari administrasi keuangan negara. Di samping itu, bidang ini mencakupi pengendalian atas pengeluara melalui anggaran negara. Termasuk di dalamnya adalah kesesuaian dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

6. Etika Profesi Akuntan 

 
1. Tanggung jawab profesi : bahwa akuntan di dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
2. Kepentingan publik : akuntan sebagai anggota IAI berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
3. Integritas : akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.
4. Obyektifitas : dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya, setiap akuntan sebagai anggota IAI harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan.
5. Kompetensi dan kehati-hatian profesional : akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi, dan teknik yang paling mutakhir.
6. Kerahasiaan : akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
7. Perilaku profesional : akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya.
8. Standar teknis : akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas.
Dipost oleh putri393@blogspot.com 
Thanks for your reading 

KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL

KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL 

           A.     KELOMPOK SOSIAL DAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Manusia dikenal sebagai makhluk sosial yang pada prinsipnya hidup berkelompok baik di lingkungan maupun di masyarakat. Keberadaan ini merupakan proses untuk berinteraksi atau berhubungan dengan yang lain. Dalam ilmu sosiologi kelompok sosial sering juga disebut dengan kerumunan yang dapat diartikan sebagai individu-individu yang berada pada tempat yang sama. Akan tetapi tetaplah ada perbedaan antara kerumununan dengan kelompok sosial.
Perbedaan antara kelompok sosial dengan kerumunan tersebut dibawah ini adalah :
Kelompok sosial                    Kerumunan
1. Bersifat tetap             1. Bersifat sementara
2. Memiliki tujuan sama         2. Tujuan berbeda
3. Interaksi jelas dan terfokus         3. Interaksi tidak terfokus
4. Mengarah pada pembentukan         4. Tidak mengarah pada pembentukan Masyarakat

Di dalam kelompok sosial terdapat bermacam macam suku bangsa, ras, agama dan budaya sehingga terbentuklah masyarakat multikultural. Kata MASYARAKAT MULTIKULTURAL dapat kita pilah menjadi tiga kata yaitu :
a. Masyarakat
Artinya adalah sebagai satu kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terikat oleh rasa identitas bersama.
b. Multi
Berarti banyak atau beraneka ragam
c. Kultural
Berarti Budaya
Masyarakat Multikultural adalah kesatuan manusia atau individu yang memiliki beraneka ragam budaya. Oleh karena itu dalam masyaarakaatterdapat beranekaragam kelompok sosial dengan sistem norma dan kebudayaan yang berbeda-beda.
Berikut ini pandangan ahli sosiologi tentang masyarakat multikultural
J.S FURNIVALL
Masyarakat multikultural terbentuk oleh dua atau lebih komunitas (kelompok), mereka ini secara budaya dan ekonomi terpisah satu sama lain. Struktur kelembagaan yang terdapat di dalam kelompok tersebut berbeda satu dengan lain.
NASIKUN
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang menganut banyak nilai. Hal ini terbentuk karena kelompok sosial yang ada di dalamnya memiliki sistem nilai tersendiri.
PIERRE L. VAN DE BERGHE
Masyarakat multikultural memiliki karakteristik sebagai berikut ini
a. Memiliki sub kebudayaan
b. Struktur sosial yang terbentuk rawan terjadi konflik
c. Integrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi
CLIFFORT GEERTZ
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang memiliki ikatan-ikatan primordialitas. Ikatan ini kemudian berkaitan erat dengan label yang diberikan oleh individu/kelompok lain, dengan demikian setiap individu/kelompok memiliki karakter yang berbeda dengan yang lain.
Keaneka ragaman dalam masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini :
1. Memiliki lebih dari subkebudayaan.
2. Membentuk sebuah struktur sosial.
3. Membagi masyarakat menjadi dua pihak, yaitu pihak yang mendominasi dan yang terdominasi.
4. Rentan terhadap konflik sosial.
Dalam Masyarakat multikultural akan dijumpai perbedaan-perbedaan yang merupakan bentuk keanegaragaman seperti budaya, ras suku, agama. Dalam masyarakat multi kultural tidak mengenal perbedaan hak dan kewajiban antara kelompok minoritas dengan mayoritas baik secara hukum maupun sosial. Kelompok sosial memiliki hubungan erat dengan masyarakat multikultural yaitu hubungan
1.    Kelompok sosial sebagai unsur pembentuk masyarakat multikultural.
    Macam-macam kelompok sosial belum tentu membentuk sebuah masyarakat multikultural, namun demikian masyarakat multi kultural tidak akan terwujud tanpa adanya kelompok sosial. Kelompok sosial dikatan sebagai salah satu unsur pembentuk masyarakat multikultural.
2. Kelompok sosial sebagai dinamisator masyarakat multikultural
    Urutan terbentuknya masyarakat multikultural adalah sebagai berikut;
    a. Individu
    b. Kelompok sosial
    c. Masyarakat
    d. Masyarakaat multikultural
    Dari urutan tersebut dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial merupakan unsur pembentuk masyarakat multikultural. Konflik pada mayarakat multukultural dapat saja terjadi karena didalamnya terdiri beranekaragam perbedaan akan tetapai hal ini dapat dicegah dengan cara masing-masing saling menjaga diri maupun menghargai.
3.     Kelompok sosial sebagai pengikat masyarakat multikultural
Untuk mempertahankan masyarakat multikultural yang sudah baik perlu dibuat pengikat individu maupun kelompok agar tetap tejaga dengan baik. Pengikat hanya dapat dilakukan dengan bentuk loyalitas angota kelompok tersebut.

B. MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI INDONESIA
    Masyarakat indonesia yang memiliki beraneka ragam budaya, bangsa, ras, suku, agama dan adat istiadat maka hal ini mejadi modal terbentuknya masyarakat multikultural.
1.     Faktor penyebab timbulnya masyarakat multikultural di Indonesia
    Timbulnya masyarakat multikultural di Indonesia dianalisa sebagai dampak dari adanya
    a. Keanekaragaman Ras.
    Ras didasarkan pada adanya kesamaan ciri-ciri fisik yang melekat pada seseorang yang membedakan satu orang dengan orang lainnya :
    Ada tiga ras yang dapat kita sebutkan yaitu
    1. Ras Mongoloid
    Memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini
    - Kulit berwarna kuning sawo matang
    - Rambut lurus
    - Bulu badan sedikit
    - Mata sipit
    Mis : Orang Jawa dan Cina
    2. Ras Kaukasoid
    Memiliki ciri-ciri berikut ini
    - Hidung mancung
    - Kulid putih
    - Rambut pirang sampai coklat
    - Kelopak mata lurus
    Mis : Keturunan Portugis di Aceh
    3. Rasa Negroid
    Memiliki ciri-ciri sebagai berikut
    - Rambut keriting
    - Kulid hitam
    - Bibir tebal ddan kelopak mata lurus
    Mis : Orang Papua
    b. Keanekaragaman suku bangsa
    Di indonesia banyak dijumpai beranekaragaman suku bangsa. Suku bahasa ditandai dengan adanya persamaan daerah, bahasa, Dan adat istiadat yang sering juga disebut sebagai Etnis yang menjadikan bentuk masyarakat multikultural. Mis ; Etnis Jawa, Sunda, Bali, Batak, Dayak dst
    c. Keanekaragaman golongan.
    Golongan didasarkan pada persamaan tujuan atau kepentingan, sedangkan di Indonesia terdiri dari beranekaragam golongan yang membentuk masyarakat multikultural.
    Mis : Golongan Pejabat, Golongan Pengusaha, Partai XYZ
    d. Keanekaragaman agama dan kepercayaan
    Agama didasarkan pada apa yang disampaikan tuhan kepada manusia berupa kitap suci yang dijadikan panduan hidup manusia dalam bermasyarakat, & dalam hubungannya dengan tuhan. DiIndonesia dikenal agama yang diakui yaitu : Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.
    Disamping itu juga berkembang kepercayaan yang didasarkan pada pemaknaan hidup manusia terhadap alam semesta yang menghasilkan pemikiran-pemikiran berupa filsafat, animisme, dinamisme. 

2.     Karakteristik masyarakat multikultural di Indonesia
    Konflik terjadi karena adanya perbedaan yang dapat kita lihat dari masyarakat multikultural termasuk di Indonesia. Hal ini sering kita lihat adanya konflik baik di daerah maupun di perkotaan. Masyarakat indonesia dapat dikatan sebagai masyarakat mutikultural yang belum sempurna, hal ini dapat kita lihat dari beberapa hal yaitu :
    a. Masih terdapat dominasi satu kelompok atas kelompok lainnya
    b. Struktur sosial yang ada lebih banyak menguntungkan pihak yang mendominasi
    c. Konflik sosial yang muncul masih sering berlanjut dengan kekerasan
        Masalah yang muncul dalam masyarakat multikultural adalah sebagai berikut ;
    a. Masalah Kultural
    1. Loyalitas yang berlebihan
    Mementingkan diri sendiri/kelompok secara berkelebihan secara membabi buta, akibatnya akan menghambat penyatuan dengan kelompok lain.
    2. Etnosentris
    Pandangan yang menganggap rendah kebudayaan dari kelompok lain.
    3. Eksklusivisme
    Sikap enggan berinteraksi dengan kelompok lain. Hal ini menjadikan sikap tertutup.
    b. Masalah Struktural
    Biasanya hal ini menyangkut masalah kondisi politik dan ekonomi. Kondisi politik yang tidak demokratis membuat masyarakat ekonomi lemah akan semakin tersudut dan pemerintahnya memerintah secara otoriter. Sementara itu, struktur pemerintahan kapitalistik cenderung melahirkan pengusaha yang menjalin hubungan kolusi dengan pejabat.
    Sementara dalam masyarakat yang demokratis dengan ekonomi yang sehat hal ini bisa ditekan bahkan bisa menghasilkan Integrasi Nasional.

C. KEANEKARAGAMAN KELOMPOK SOSIAL
    Kelompok sosial yang ada pada masyarakat multikultural bermacam-macam. Berikut ini adalah macam-macam kelompok sosial di masyarakat menurut pandangan para ahli sosiologi.
    1. Solidaritas Mekanik dan organik.
    Diperkenalkan oleh EMILE DURKHEIM bahwa kelompok manusia terbagi atas dua yaitu kelompok manusia didasarkan pada:
    a. Segi mekanik
    Merupakan bentuk naluriah yang ditentukan oleh pengaruh ikatan geografi, biogenetik dan keturunan lebih lanjut. Setiap kelompok dapat memenuhi kebutuhan tanpa bantuan dari pihak lain. Setiap anggota diikat oleh kesadaran kolektif sebagai satu kelompok dan kepercayaan yang bersifat memaksa.
    b. Segi Fungsional
    Merupakan hasil kesadaran manusia atau keinginan yang rasional. Bentuk solidaritas bersifat mengikat sehingga terbentuk ketergantungan. Pengikatan berdasarkan kesepakatan yang terjalin.
    2. Gemeinschaft dan Gesellsschaft
    Konsep ini diperkenalkan oleh ahli sosiologi dari Jerman FERDINAND TONNIES yang berpendapat kelompok masyarakat terbagi menjadi :
    a. Gemeinschaft
    Adalah bentuk kehidupan bersama yang anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang bersifat alamiah dan kekal, hal ini dapat terbentuk pada ikatan keturunan contohnya keluarga.
    Cirinya :
-    Intimate, artinya hubungannya menyeluruh dan mesra
-    Private, artinya hubungannya bersifat pribadi
-    Exlusive, artinya hubungannya  hanya untuk kita saja (In-Group) bukan untuk orang luar (Out-group)
    Jenis-jenis Gemeinschaft terbagi menjadi 3 yaitu:
-    Blood yaitu mengacu pada ikatan kekerabatan ( garis keturunan )
-    Place yaitu merupakan ikatan berdasarkan kedekatan tempat tinggal atau tempat bekerja.
-    Mind yaitu mengacu pada hubungan persahabatan baik karena keahlian, pekerjaan atau pandangan yang sama.
    b. Gesellsschaft
    Adalah kelompok yang didasari oleh ikatan lahiriah yang jangka waktunya terbatas, Dilandaskan oleh kepentingan : contohnya ikatan para pedagang atau pekerja, buruh yang memiliki kepentingan secara rasional.
    Perbedaan yang dapat kita simpulkan antara Gemeinschaft dengan gesellschaft
    Gemeinschaft : Individu tetap menyatu walaupun ada perbedaan kelompok.
    Gesellschaft : Walaupun menyatu tetap saja sebagai individu yang terpisah.
    3. Kelompok Primer dan Sekunder
    COOLEY DAN FARIS menyebutkan ada dua tipe kelompok dalam masyarakat, yaitu kelompok;
    a. Primer
Ditandai dengan pergaulan dan kerjasama tatap muka yang intim, ruang lingkupnya adalah keluarga, teman maupun rukun warga.
    b. Sekunder
Ditandai dengan pergaulan yang formal, tidak pribadi dan bercirikan kelembagaan, misalnya partai politik atau organisasi formal lainnya.
    4. In-Group dan out-group
Diperkenalkan oleh WILLIAM GRAHAM SUMMER yang membagi kelompok masyarakat menjadi dua yaitu:
    a. In Group
Kelompok dalam artinya hanya melibatkan dari dalam kelompoknya saja. Biasanya memiliki ciri-ciri adanya persahabatan, kerjasama, keteraturan, kedamaian, solidaritas yang tinggi.
    b. Out group
Sikap yang dilakukan terhadap kelompok lain.
Ini digunakan untuk memberikan parameter sikap solidaritas kelompok kami dan kelompok mereka, sehingga memberikan dampak perlakuan yang berbeda.
    Dalam in-group, ciri yang tampak antara lain :
o    Persahabatan
o    Kerjasama
o    Keteraturan
o    Kedamaian
o    Solidaritas yang tinggi terhadap sesama anggota kelompok (ingroup felling)
o    Menganggap kelompok sebagai pusat segala-galanya
o    Melihat mereka yang berada diluar kelompok sebagai musuh

Pelestarian Lingkungan Hidup

Pengertian Lingkungan, Lingkungan hidup dan Upaya Pelestarian

PENGERTIAN LINGKUNGAN

           Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang

LINGKUNGAN HIDUP
 
          Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.
Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Unsur Hayati (Biotik)
Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.

2. Unsur Sosial Budaya
Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.

3. Unsur Fisik (Abiotik)
Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.

UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

         Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.
Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de

Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:
 a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
 b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:
a. Menjamin pemerataan dan keadilan.
b. Menghargai keanekaragaman hayati.
c. Menggunakan pendekatan integratif.
d. Menggunakan pandangan jangka panjang.
Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya:
a. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
b. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
c. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

1. Upaya yang Dilakukan Pemerintah
Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:
a. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.
b. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
c. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai   Dampak Lingkungan).
d. Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya:
1) Menanggulangi kasus pencemaran.
2) Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).
3) Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
e. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.

2. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah
Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain:
a. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)
Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.

b. Pelestarian udara
Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen.
Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:
1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita
Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.

2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.

3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara.Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

c. Pelestarian hutan
Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.

Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:
1) Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
2) Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
3) Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
4) Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
5) Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.

d. Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai.

Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.

e. Pelestarian flora dan fauna
Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
2) Melarang kegiatan perburuan liar.
3) Menggalakkan kegiatan penghijauan.




Pengertian dan Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat dan Tidak Dapat Diperbaharui

Pengertian dan Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat/Tidak Dapat Diperbaharui-
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang tidak akan pernah habis jika dugunakan karena selalu berdaur dan terbarukan. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang jumlahnya terbatas karena penggunaannya lebih cepat daripada proses pembentukkannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis.

Artikel ini juga merupakan Rangkuman Materi Soal Ujian Sekolah ( US ) SD/MI Tahun Pelajaran 2015/2016 :
  • Bab : Bumi dan Alam Semesta
  • Materi : 16. Sumber daya alam
  • Indikator: 16. 2 ( Indikator 54 )- Menentukan beberapa sumber daya alam yang dapat diperbaharui atau tidak dapat diperbaharui.
Menentukan beberapa sumber daya alam yang dapat diperbaharui atau tidak dapat diperbaharui
A. Contoh Sumber Daya Alam ( SDA ) yang dapat diperbaharui:
  1. Tumbuhan ( karet/lateks, terpentin, kapas, biosolar, biodiesel, spiritus, alkohol, dsb )
  2. Hewan ( biogas, wol, serat sutra, dsb )
  3. Angin/udara
  4. Tanah
  5. Air
  6. Cahaya matahari
  7. Mutiara
  8. Minyak gondorukem
  9. Kertas
  10. Pupuk kompos
  11. Minyak nilam
  12. Pala
  13. Kopra
B. Contoh Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui:
  1. Emas dan perak
  2. Alumunium
  3. Tembaga
  4. Besi
  5. Nikel
  6. Perunggu
  7. Gypsum
  8. Belerang
  9. Intan
  10. Grafit atau karbon
  11. Asbes
  12. Batu
  13. Marmer
  14. Hasil pengolahan minyak bumi ( bensin, solar, kerosin/minyak tanah, avtur, aspal, paraffin )
Demikian tentang Pengertian dan Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat/Tidak Dapat Diperbaharui  ( Menentukan beberapa sumber daya alam yang dapat diperbaharui atau tidak dapat diperbaharui ). Semoga bermanfaat


Sumber Daya Alam : Pengertian, Jenis, dan Sumber

Sumber Daya Alam (SDA): Pengertian, Jenis, dan Sumber
Apa itu SDA (Sumber Daya Alam) ?..Secara umum, Pengertian Sumber Daya Alam adalah segala sesuatu yang bersumber dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sumber Daya Alam merupakan kekayaan alam baik itu benda mati maupun benda hidup yang berada di alam atau bumi yang bermanfaat bagi kita semua. Yang termasuk sumber daya alam adalah komponen biotik dan abiotik. komponen biotik seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, sedangkan komponen abiotik meliputi gas alam, tanah, jenis logam, air, dan minyak bumi.  Sumber Daya Alam sangat bermanfaat bagi manusia tetapi dengan eksploitasi sumber daya alam semakin berkurang. 

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam (SDA)

Dibumi sendiri terdapat beragam bentuk dan jenis dari sumber daya alam. Oleh karena itu sumber daya alam dikelompokkan/diklasifikasikan dalam beberapa jenis antara lain sebagai berikut... 
1. Jenis-Jenis Sumber Daya Alam (SDA) Berdasarkan Kemungkinan Pemulihannya
  • Sumber Daya Alam yang Selalu Ada, adalah sumber daya yang tidak pernah habis. karena mengalami  siklus sepanjang masa, misalnya energi sinar matahari, udara, energi pasang surut air laut, dan sumber daya air. 
  • Sumber Daya Alam yang dapat Diperbaharui, adalah sumber daya yang jika habis tidak dalam waktu yang lama dan cepat tersedia kembali baik dengan reproduksi atau pengembangbiakan. Seperti hewan dan tumbuhan. 
  • Sumber Daya Alam yang tidak dapat Diperbaharui, adalah sumber daya yang sulit atau bahkan tidak bisa menyediakannya kembali karena membutuhkan waktu yang sangat lama dan bahkan sampai jutaan tahun, seperti barang-barang tambang. 
2. Jenis-Jenis Sumber Daya Alam (SDA) Berdasarkan Jenisnya
  • Sumber Daya Alam Hayati/Biotik, adalah sumber aya yang berupa makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, mikroba dan manusia
  • Sumber Daya Alam Nonhayati/Abiotik, adalah sumber daya alam fisik yang berupa benda-benda mati. Seperti barang tambang, kincir aingin, air dan tanah. 
3. Jenis-Jenis Sumber Daya Alam (SDA) Berdasarkan Kegunaan atau Penggunaannya
  • Sumber Daya Alam Penghasil Bahan Baku, adalah sumber daya alam yang  digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain denga nilai guna yang tinggi. 
  • Sumber Daya Alam Penghasil Energi, adalah sumber daya alam sebagai penghasil energi untuk kebutuhan manusia. Salah satunya sinar matahari yang memancarkan energi untuk manusia. begitu juga dengan arus air yang digunakan sebagia penghasil energi dalam penggerak turbin pembangkit listrik. 
4. Jenis-Jenis Sumber Daya Alam (SDA) Berdasarkan Nilai Kegunaannya atau Sumber Daya Ekonomis
  • Sumber Daya Alam Ekonomis Tinggi, adalah sumber daya alam yang didapatkan dengan biaya yang besar. Seperti mineral-mineral logam mulia contohnya intan, perak dan emas. 
  • Sumber Daya Alam Ekonomis Rendah, adalah sumber daya alam yang didapatkan dengan biaya yang cukup murah dan tersedia dengan jumlah yang cukup banyak. Seperti bahan-bahan bangunan. Contohnya batu, gamping dan pasir.  
  • Sumber Daya Alam Nonekonomis, adalah sumber daya alam yang didapatkan tanpa mengeluarkan biaya, tanpa pengorbanan yang tersedia dalam jumlah yang tidak terbatas. Contohnya sinar matahari, suhu, udara, dan angin. 
Demikianlah informasi mengenai Sumber Daya Alam (SDA): Pengertian, Jenis, Sumber. Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian sumber daya alam, jenis-jenis sumber daya alam dan sumbernya. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. ..