Minggu, 18 Oktober 2015

Hormon Sebagai Kurir-Kurir Kimiawi

Hormon Sebagai Kurir-Kurir Kimiawi

Hormon Sebagai Kurir-Kurir Kimiawi – Hormon merupakan zat yang menyampaikan informasi dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya. Zat ini dibawa lewat aliran darah. Hormon memicu produksi enzim dan zat-zat pengatur lainnya yang penting agar tubuh manusia berfungsi secara normal. Produksi hormon diatur oleh mekanisme umpan balik, sehingga jumlahnya tidak pernah terlalu banyak ataupun terlalu sedikit.
Hormon Sebagai Kurir-Kurir Kimiawi
Hormon Sebagai Kurir-Kurir Kimiawi
Hormon merupakan kurir kimiawi yang dihasilkan di salah satu bagian tubuh namun bekerja di bagian tubuh lainnya. Struktur produksi hormon utama pada manusia adalah sistem endokrin, yang terdiri dari delapan kelenjar endokrin utama seperti kelenjar pituitari, kelenjar adrenal, kelenjar tiroid dan pankreas. Di samping kelenjar-kelenjar endokrin utama, organ lainnya berfungsi menyekresi hormon. Di antaranya termasuk sistem cerna, hati, timus, dan jantung. Saat diproduksi oleh kelenjar-kelenjar tadi, hormon bergerak melewati aliran darah ke sel atau organ tujuannya.
Hormon diperlukan dalam jumlah kecil dan kelebihan hormon bisa memberi dampak negatif terhadap tubuh. Inilah alasannya mengapa produksi hormon dikendalikan oleh mekanisme umpan balik. Kelenjar yang memproduksi hormon sensitif terhadap konsentrasi zat yang diaturnya. Bila zat tadi terlalu banyak ataupun sedikit dideteksi di dalam tubuh, akan ada sinyal yang dikirimkan ke kelenjar agar menghentikan atau melanjutkan produksi hormon yang mengaturnya. Sistem mekanisme umpan balik ini memungkinkan tubuh mempertahankan kondisi homeostasis atau, kondisi stabil.
Untuk lebih memahami mekanisme umpan balik dan bagaimana hormon bekerja sebagai kurir kimiawi, lihatlah bagaimana fungsi hormon-hormon ini pada pencernaan. Ada empat hormon utama yang dihasilkan oleh sistem cerna untuk memroses makanan: gastrin disekresi oleh perut, dan sekretin, kolesistokinin (CCK) dan gastric inhibitory peptide (GIP) disekresi oleh usus dua belas jari.
Ketika makanan masuk ke perut, reseptor yang ada mengirimkan sinyal ke otak (medula oblongata). Otak kemudian mengirimkan sinyal ke sel endokrin (sel G) yang melapisi perut. Sel-sel tersebut kemudian melepaskan gastrin ke aliran darah. Gastrin bergerak kembali ke perut, tempat zat ini merangsang sel-sel perut (sel parietal) untuk melepaskan asam klorida (HCl) dan enzim cerna yang memecah-mecah makanan, terutama protein. Gastrin diatur oleh mekanisme umpan balik negatif yang mencegah kondisi perut menjadi terlalu asam. Ketika pH di perut menjadi terlalu rendah, sekresi somatostatin dari sel endokrin yang melapisi perut diaktifkan. Somatostatin menghalangi pelepasan asam dengan langsung mencegah sekresi asam lambung oleh sel-sel parietal dan sekresi gastrin oleh sel-sel G. Saat ada tambahan makanan yang masuk ke perut, pH kembali meningkat. pH yang tinggi tersebut mengirimkan sinyal ke sel endokrin untuk menghentikan sekresi somatostatin.
Makanan yang telah dicerna sebagian disebut kimus, yang memiliki pH rendah. Kimus didorong oleh perut ke dalam usus dua belas jari (bagian pertama usus kecil) yang keasamannya merangsang sel duodenal untuk menghasilkan sekretin. Sekretin merangsang hati agar menghasilkan empedu, juga pankreas agar menghasilkan sodium bikarbonat. Empedu membantu mencerna lemak dan sodium bikarbonat menetralisir keasaman kimus. Sekretin juga merangsang sekresi enzim pepsin, yang mencerna protein. Adanya makanan di usus dua belas jari juga merangsang sel duodenal untuk melepaskan CCK. Hormon ini menginduksi kantung empedu agar menghasilkan empedu dan pankreas agar menyekresigetah pankreas yang kaya akan enzim-enzim cerna (untuk karbohidrat dan protein). CCK juga berfungsi untuk menekan rasa lapar. Hormon lain yang juga dirangsang akibat adanya makanan di usus dua belas jari adalah GIP, yang juga disekresi oleh sel duodenal. Hormon ini dipercaya akan menginduksi pelepasan insulin akibat konsentrasi glukosa yang tinggi pada usus dua belas jari. Somatostatin juga bekerja dengan mekanisme umpan balik negatif di usus dua belas jari dengan menghambat sekresi sekretin, CCK, GIP, dan insulin.
Dari usus dua belas jari, makanan yang dicerna bergerak ke bagian usus kecil yang lebih rendah, di mana enzim menyelesaikan proses cerna karbohidrat dan protein. Makanan yang tidak dicerna dan materi sisa lainnya kemudian bergerak ke usus besar tempat reabsorpsi air, sodium dan ion-ion lainnya. Zat sisa tersebut kemudian dikirimkan ke rektum lalu ke anus, tempat pengeluarannya.
Figure 1. Diagram enzim-enzim cerna dan cara kerjanya.
Merah muda = perut
Oranye = pankreas
Ungu muda = usus dua belas jari
Hijau = kantung empedu

Pengamatan Sederhana Identifikasi Komponen Biotik

Pengamatan Sederhana Identifikasi Komponen Biotik – Sekarang kalian sudah masuk di semester 2. Artinya, kalian sekarang harus sudah lebih serius lagi belajar IPA. Mengapa? Tentu saja karena materinya semakin sulit. Akan tetapi meskipun begitu, IPA tetap menyenangkan.
Semester lalu, kalian sudah mempelajari materi komponen biotik dan abiotik. Masih ingat dengan materi itu? Coba ingat-ingat kembali, apa sih komponen biotik dan abiotik itu? Apa juga perbedaan di antara keduanya? Apakah satu sama lain saling berhubungan? Nah, agar kalian semakin mengerti dengan kedua jenis komponen tersebut, yuk kita pelajari terlebih dahulu topik tentang Komponen Biotik! Pada topik ini, kalian akan belajar bereksplorasi di dalam mengamati dan mengidentifikasi komponen biotik tersebut. Yuk kita pelajari bersama-sama.

A. Pengertian Komponen Biotik

Komponen biotik adalah segala sesuatu yang ada di alam yang mempunyai ciri-ciri kehidupan. Dengan kata lain, semua makhluk hidup yang ada di alam merupakan komponen biotik. Dari mulai bakteri, jamur, cacing, lumut, rumput, pepohonan, burung-burung, kambing, manusia, dan semua yang hidup di alam ini adalah komponen biotik.
Komponen-komponen biotik ini terbagi ke dalam tiga golongan, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai.
1. Produsen adalah semua komponen biotik yang mampu menghasilkan makanannya sendiri. Misalnya tumbuhan hijau melalui fotosintesis.
2. Konsumen adalah semua komponen biotik yang tidak mampu menghasilkan makanannya sendiri. Makanan konsumen adalah makhluk hidup lain. Konsumen ini terbagi lagi menjadi tiga macam, yaitu:
a. konsumen tingkat 1 (makhluk hidup pemakan tumbuhan = herbivora);
b. konsumen tingkat 2 (makhluk hidup pemakan daging = karnivora); dan
c. konsumen tingkat 3 (makhluk hidup pemakan daging dan tumbuhan = omnivora).
Contoh konsumen adalah sapi, kerbau, dan manusia.
3. Pengurai adalah semua komponen biotik yang makanannya didapat dengan cara menguraikan makhluk hidup yang sudah mati (baik produsen atau pun konsumen). Contoh pengurai adalah jamur dan cacing.

B. Pengamatan Sederhana untuk Menemukan dan Mengidentifikasi Komponen Biotik

Pada bagian sebelumnya, kalian sudah tahu definisi komponen biotik. Berarti kalian sudah harus bisa mengidentifikasi setiap komponen biotik yang ada di alam sekitar kalian. Caranya tentu saja dengan pengamatan atau observasi. Tak perlu yang jauh-jauh dan rumit, yang dekat dan sederhana pun akan membuat kalian semakin mengerti. Jadi nantinya, kalian bisa melakukan pengamatan yang lebih jauh dan rumit.
Kunci dalam menemukan dan mengidentifikasi komponen biotik ada pada definisi komponen biotik itu sendiri. Komponen biotik sama dengan makhluk hidup. Jadi di dalam mengidentifikasinya, kalian harus menemukan ciri-ciri makhluk hidup dari komponen alam yang kalian tentukan sebagai komponen biotik.
Sebagai contoh, untuk menentukan komponen biotik yang berupa produsen, kalian harus menemukan ciri mampu menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis pada komponen yang kalian curigai sebagai produsen. Makhluk hidup yang bagaimana yang mampu berfotosintesis? Tentu saja adalah makhluk hidup yang memiliki zat hijau daun (klorofil) di dalamnya, sebab fotosintesis memang terjadi di dalam klorofil.
Begitu pun untuk menentukan makhuk hidup yang merupakan konsumen tingkat 1. Kalian harus menemukan ciri memakan tumbuhan pada makhluk hidup yang kalian curigai tersebut. Caranya? Amati terus tingkah laku makhluk hidup itu saat makan. Apakah benar-benar hanya makan tumbuhan (daun, batang, akar, atau buah) saja? atau makhluk hidup itu juga makan daging? Jika sudah diamati, maka dengan mudah, kalian akan menemukan jawabannya. Begitu seterusnya untuk konsumen tingkat 2 dan tingkat 3. Demikian juga dengan pengurai. Kalian harus menemukan ciri yang menjadi identitas kunci/ pembeda dari makhluk hidup yang lainnya.
Contoh di atas adalah pengamatan untuk makhluk hidup yang kasat mata atau besar. Lalu bagaimana untuk menentukan komponen biotik yang tidak kasat mata alias kecil? Pengamatan harus dilakukan dengan bantuan alat pembesar, yaitu mikroskop.

C. Pengamatan dengan Mikroskop

Mikroskop secara sederhana dapat diartikan sebagai alat yang bisa membantu kita di dalam melihat benda-benda yang ukurannya sangat kecil. Pengamatan dengan mikroskop ini secara umum agak sedikit rumit. Rumit di sini karena benda yang akan kita amati harus dalam bentuk preparat (sediaan/ sampel yang akan diamati). Jadi untuk mengamatinya, kita harus punya preparat atau membuat preparatnya sendiri.
Sama seperti pengamatan kasat mata, dalam penentuan komponen biotik melalui mikroskop, kita juga harus menemukan ciri hidup di dalam preparat yang kita amati. Misalnya preparat yang diamati hidup dan lain-lain.
Untuk bisa mahir dalam penentuan komponen biotik melalui mikroskop, kalian harus sering menggunakan mikroskop. Jika kalian tidak mempunyainya, maksimalkan kesempatan menggunakan mikroskop di sekolah. Tanyakan segala hal tentang penggunaan mikroskop itu kepada guru kalian. Jadi dengan begitu, kalian akan menguasainya. Hati-hati ya saat menggunakannya. Selain karena mahal, suku cadang mikroskop juga cukup susah dicari jika sudah rusak. So, pastikan kalian mengenal mikroskop dan bagian-bagiannya dengan baik

PengamatanSederhana Identifikasi Komponen Abiotik

Pengamatan Sederhana Identifikasi Komponen Abiotik – Pada topik sebelumnya, kalian sudah belajar mengenai Pengamatan Sederhana Identifikasi Komponen Biotik. Kini saatnya kalian belajar komponen satunya lagi, yaitu komponen abiotik melalui topik Pengamatan Sederhana Identifikasi Komponen Abiotik.

1. Pengertian Komponen Abiotik

Komponen abiotik adalah semua komponen di alam yang tidak memiliki ciri-ciri kehidupan. Bisa dikatakan, semua benda mati yang ada di alam adalah komponen abiotik. Misalnya udara, air, batu, tanah, cahaya matahari, suhu, angin, dan lain-lain. Pokoknya semua yang mati, yang ada di sekitarmu atau di tempat tertentu, termasuk ke dalam komponen abiotik.
Ingat kembali materi semester lalu, ya! Komponen abiotik suatu tempat bisa berbeda dengan komponen abiotik di tempat lain, baik yang berdasarkan kualitas maupun kuantitas. Sebagai contoh, di kamarmu, komponen abiotik berupa kasur, bantal, dinding, udara, air yang ada di gelas, suhu kamar, dan juga cahaya lampu. Sementara komponen abiotik yang ada di gurun pasir adalah tanah pasir, angin, cahaya matahari, dan suhu udara yang ekstrem.

2. Pengamatan Sederhana untuk Menemukan dan Mengidentifikasi Komponen Abiotik

Seperti halnya komponen biotik, komponen abiotik juga bisa ditentukan. Caranya yaitu dengan pengamatan. Pengamatannya sendiri bisa secara langsung dengan melihat benda-benda mati yang ada di alam (untuk yang terlihat) atau secara tidak langsung dengan menggunakan alat (untuk yang tidak terlihat).
Komponen abiotik ada dua macam, yaitu komponen abiotik berdasarkan kualitas yaitu komponen abiotik yang ukurannya tidak dinyatakan dalam bentuk angka dan komponen abiotik berdasarkan kuantitas yaitu komponen abiotik yang ukurannya dinyatakan dalam bentuk angka. Komponen abiotik berdasarkan kualitas misalnya tanah, air, dan udara. Adapun komponen abiotik berdasarkan kuantitas misalnya intensitas cahaya, suhu udara, kecepatan angin, kelembapan, dan lain-lain.
Pengamatan komponen abiotik berdasarkan kualitas bisa dilakukan secara langsung menggunakan panca indra. Dilihat bentuk dan warnanya oleh mata, dicium baunya oleh hidung, diraba permukaannya oleh kulit, didengarkan suaranya oleh telinga, atau mungkin dicicip rasanya oleh lidah. Sebagai contoh:
– tanah diamati secara langsung: berwarna merah, sedikit basah, gembur, dan kasar; serta
– air diamati secara langsung: bersih, bening, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa.
Pengamatan komponen abiotik berdasarkan kuantitas dilakukan dengan cara mengukurnya menggunakan alat. Sebagai contoh, suhu diamati dengan cara diukur menggunakan termometer, angin kecepatannya ditentukan dengan anemometer, dan begitu pula yang lainnya, diukur dengan menggunakan alat ukurnya masing-masing. Hasil yang didapat akan menjadi data untuk berbagai kepentingan. Acara prakiraan cuaca yang ada di televisi merupakan contoh dari penggunaan data hasil pengamatan komponen abiotik.

Macam-Macam Gejala Alam Biotik

Definisi dan Macam-Macam Gejala Alam Biotik – Pada topik sebelumnya, kalian sudah mempelajari Pengamatan Sederhana Identifikasi Komponen Biotik. Pada topik tersebut, kalian sudah dibimbing bagaimana caranya mengamati dan menentukan komponen-komponen biotik yang ada di sekitar atau di lingkungan lainnya. Pada topik ini, saatnya kalian mengetahui lebih lanjut semua hal mengenai gejala-gejala alam dari komponen biotik. Apa sajakah itu? Yuk segera kita pelajari.

A. Definisi Gejala Alam Biotik

Gejala alam biotik adalah gejala alam yang ditunjukkan oleh adanya tanda-tanda kehidupan dari komponen biotik. Dengan kata lain, gejala alam ini menjadi penanda bahwa suatu komponen yang kalian curigai memang benar merupakan komponen biotik. Gejala alam biotik biasa kita sebut sebagai ciri-ciri makhluk hidup secara umum. Jadi dengan begitu, setiap komponen yang ditentukan sebagai komponen biotik pasti memiliki gejala ini. Apa sajakah ciri-ciri atau gejala alam biotik itu?

B. Macam-Macam Gejala Alam Biotik

Setelah tahu definisi gejala alam biotik, jika ditanya dan harus menjawab dengan cepat mengenai gejala alam biotik yang kita tahu, semua pasti akan menjawab bernapas. Mengapa demikian? Berdasarkan definisinya, komponen biotik itu adalah makhluk hidup. Gejala alam biotik yang dimilikinya sudah pasti bernapas.
Hal itu tidak salah, bernapas memang adalah salah satu gejala alam biotik. Akan tetapi selain itu, ada banyak lagi gejala alam biotik yang dimiliki hampir semua makhluk hidup. Berikut ini macam-macam gejala alam biotik itu.

1. Memerlukan Makanan

Semua makhluk hidup pasti memerlukan makanan. Makanan bagi makhluk hidup merupakan sumber energi di dalam beraktivitas. Tanpa makanan, makhluk hidup sudah pasti tidak akan hidup karena segala aktivitas hidup selalu membutuhkan energi. Dari mulai berlari, bekerja, mencari mangsa, bahkan untuk tidur, dan beristirahat pun makhluk hidup tetap memerlukan makanan (energi).
Manusia, hewan, dan juga tumbuhan perlu makanan. Jika manusia dan hewan mendapatkan makanan itu langsung dari alam—berupa tumbuhan dan daging hewan—maka tumbuhan mendapatkan makanan dari proses fotosintesis yang dilakukannya sendiri. Dengan kata lain, tumbuhan membuat makanannya sendiri. Tentu saja hal ini karena tumbuhan mempunyai zat hijau daun. Dengan bantuan sinar matahari, karbondioksida yang ada di lingkungan, dan juga air yang berasal dari tanah, di dalam klorofil akan diubah menjadi karbohidrat (C₆H₁₂O₆) dan oksigen (O₂). Oleh karena kemampuannya ini, tumbuhan hijau disebut sebagai produsen.

2. Bergerak

Semua makhluk hidup dapat bergerak. Manusia, hewan, dan tumbuhan, semua bergerak. Perbedaannya pergerakan manusia dan hewan terlihat nyata karena bergerak aktif sehingga terlihat dapat berpindah tempat, sedangkan tumbuhan bergerak secara pasif yaitu tidak berpindah tempat. Misalnya akar yang bergerak tumbuh menuju sumber air dan menutupnya daun putri malu saat disentuh.

3. Bernapas (Respirasi)

Gejala alam biotik yang satu ini adalah yang paling nyata membedakan komponen biotik dan komponen abiotik. Hal ini dapat dibuktikan ketika kalian menemukan sebuah benda. Jika bernapas, benda itu sudah pasti komponen biotik. Jika tidak bernapas, benda tersebut sudah pasti komponen abiotik.
Bernapas disebut juga sebagai respirasi. Bagi makhluk hidup, bernapas sebenarnya adalah proses ‘pembakaran’ makanan (nutrisi) oleh oksigen menjadi energi di dalam sel. Energi ini akan digunakan makhluk hidup untuk beraktivitas. Adapun sisa respirasi, yaitu air dan karbondioksida akan dibuang ke luar tubuh.

4. Tumbuh dan Berkembang

Semua makhluk hidup tumbuh dan berkembang. Lihat saja pohon, anak ayam, dan juga bayi. Secara perlahan-lahan, ketiga contoh makhluk hidup ini akan tumbuh dan berkembang. Tumbuh dicirikan dalam bentuk semakin besar atau tingginya ukuran tubuh, sedangkan berkembang dicirikan dalam bentuk semakin matangnya makhuk hidup tersebut untuk dewasa, yang akhinya siap untuk kawin dan bereproduksi. Tumbuhan tumbuh menjadi besar dan berkembang menghasilkan bunga dan buah. Adapun manusia dan hewan, tumbuh membesar atau meninggi ukuran badannya dan berkembang menjadi dewasa, yang akhirnya siap kawin untuk beranak-pinak.

5. Berkembang Biak (Bereproduksi)

Semua makhluk hidup berkembang biak. Berkembang biak merupakan sebuah mekanisme tubuh makhluk hidup untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Tumbuhan berkembang biak dengan cara bertunas dan perkembangbiakan secara seksual melalui bunga, hewan berkembang biak dengan cara bertelur atau melahirkan, dan manusia berkembangbiak dengan cara melahirkan.

6. Peka terhadap Rangsang

Semua makhluk hidup peka terhadap rangsang. Artinya, semua makhluk hidup akan bereaksi jika diberi rangsang. Misalnya tumbuhan putri malu. Tumbuhan ini akan bereaksi menutup daunnya ketika diberi rangsangan sentuhan. Hewan dan manusia juga begitu, akan bereaksi jika diberi rangsang. Misalnya saja ditusuk kulitnya dengan jarum. Secara otomatis, hewan dan manusia akan merasa kesakitan. Reaksi yang timbul mungkin berupa teriakan, berlari, marah, menangis, atau bahkan menggigit.

7. Mengeluarkan Zat Sisa

Semua makhluk hidup mengeluarkan zat sisa. Zat sisa ini bisa merupakan zat sisa dari proses pencernaan, proses respirasi, atau pun sistem peredaran darah. Zat sisa pencernaan itu biasanya berupa air, karbondioksida, uap air, dan juga feses. Jika tidak dikeluarkan, zat-zat sisa ini malah bisa jadi racun bagi tubuh.

Definisi dan Macam-Macam Gejala Alam Abiotik

Definisi dan Macam-Macam Gejala Alam Abiotik – Pada topik sebelumnya, kalian sudah mempelajari Gejala Alam Biotik. Itu artinya, pada topik ini, kalian akan mempelajari Gejala Alam Abiotik .Yuk, segera kita mulai.

A. Definisi Gejala Alam Abiotik

Gejala alam abiotik adalah gejala alam yang ditunjukkan oleh benda mati sebagai penanda bahwa benda tersebut merupakan komponen abiotik. Dengan kata lain, kita bisa menyebut gejala alam abiotik ini sebagai ciri-ciri dari benda mati.

B. Macam-Macam Gejala Alam Abiotik

Oleh karena secara umum komponen abiotik hanya memiliki satu kesamaan, yaitu mati atau tidak hidup, maka ciri-ciri atau gejala alam yang ada pada komponen abiotik ini tidak bisa disamaratakan layaknya gejala alam komponen biotik. Kalian harus menyebutkan gejala alam abiotik ini sesuai dengan jenis komponen abiotiknya. Apa sajakah gejala alam dari masing-masing komponen abiotik itu?

1. Gejala Alam Abiotik pada Air

Secara umum, air bisa diartikan sebagai zat cair yang bening, tanpa warna, tanpa bau, dan tanpa rasa yang ada di alam. Zat ini merupakan zat yang mengisi sebagian besar laut, sungai, danau, dan ada dalam hujan. Air juga adalah cairan dasar yang ada di dalam tubuh makhluk hidup.
Air penting bagi kehidupan di bumi. Semua makhluk hidup memerlukan air, baik untuk proses tubuh maupun untuk aktivitas hidupnya. Hewan, tumbuhan, dan manusia tidak bisa hidup tanpa air. Tahukah kalian bahwa secara fisik, manusia bisa hidup tanpa air itu paling lama hanya 3 – 5 hari? Ya, begitu juga dengan hewan dan tumbuhan. Lebih dari waktu tersebut, makhluk hidup pasti mati.

2. Gejala Alam Abiotik pada Udara

Udara secara umum bisa kita artikan sebagai substansi gas yang tidak terlihat yang mengisi alam ini. Udara sebagian besarnya merupakan campuran dari gas oksigen dan nitrogen.
Semua makhluk hidup membutuhkan udara di dalam hidupnya. Udara ini digunakan makhluk hidup untuk bernapas. Ingat kembali topik respirasi bahwa udara ini terutama oksigen, merupakan zat pembakar nutrisi (sari-sari makanan) untuk menghasilkan energi. Tanpa udara, respirasi tak mungkin terjadi. Jadi sudah pasti, energi tidak ada. Akibatnya, tanpa udara, makhluk hidup akan mati.

3. Gejala Alam Abiotik pada Cahaya Matahari

Cahaya matahari secara sederhana bisa kita artikan sebagai cahaya yang dikeluarkan oleh matahari. Cahaya matahari ini sangat penting bagi makhluk hidup, baik untuk tubuhnya maupun untuk aktivitas hidupnya. Kesehatan kulit dan tulang manusia serta proses fotosintesis merupakan contoh-contoh dari manfaat sinar matahari bagi makhluk hidup. Ingat juga bahwa sinar matahari merupakan sumber energi terbesar di dunia. Jadi tanpa sinar matahari, semua makhluk akan mati.

4. Gejala Alam Abiotik pada Tanah

Tanah bisa kita artikan sebagai lapisan paling atas dari bumi yang merupakan tempat tumbuhnya tanaman. Tanah tersusun dari campuran komponen organik, lempung, dan partikel batu. Meskipun secara kasat mata tanah seperti tidak banyak berguna secara langsung bagi manusia dan banyak hewan, tapi tanah adalah media tanam dari tumbuhan. Sebagaimana kita ketahui, tumbuhan merupakan produsen yang menghasilkan makanan bagi banyak hewan dan juga manusia. Jadi bisa dikatakan, tanpa tanah, semua makhluk hidup bisa mati.
Nah, itulah gejala alam abiotik yang paling umum ada di berbagai tempat. Menurut kalian, apa lagi gejala alam lain yang juga membuat makhluk hidup tidak bisa hidup? Pelajari buku pelajaran kalian, ya!

Kelompok Sosial- Pengertian, Unsur & Jenis

Kelompok Sosial - Sebagai makhluk sosial, manusia berusaha untuk hidup bersama. Perkembangan hidup manusia akan mendorong kuat tiap-tiap individu untuk melakukan interaksi sosial. Interaksi sosial ini akhirnya membentuk kelompok-kelompok sosial. Nah pada kesempatan kali ini Saya akan membahas Kelompok Sosial secara lengkap. Semoga bisa bermanfaat. Check thsi out!!!

A. Pengertian Kelompok Sosial

Menurut Robert K. Merton, kelompok sosial merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan. Menurut Bierstedt, kelompok sosial adalah kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis, berhubungan satu dengan yang lain, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.

Dari beberapa pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam kelompok sosial terdapat anggota kelompok yang saling berinteraksi dan memiliki kesadaran dalam satu ikatan. Tidak semua orang yang berkumpul merupakan kelompok sosial. Mungkin saja berkumpulnya orang tersebut karena adanya rangsang tertentu dan bukan atas kesadaran jenis. Contohnya orang-orang yang sedang membeli karcis kereta api, orang yang sedang naik bis, orang yang sedang menonton sepak bola, dan sebagainya. Mereka sebenarnya juga merupakan kelompok, tetapi bersifat semu, dan tidak permanen.

B. Unsur-unsur Kelompok Sosial

Adapun yang menjadi persyaratan kelompok sosial harus mengandung unsur-unsur berikut, seperti yang dikemukakan oleh Soerjono soekamto (1997:125-126)

  1. Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan. Kesadaran anggota merupakan hal yang penting dalam sebuah kelompok. Hal itu akan menimbulkan rasa memiliki yang pada gilirannya kan memeliharan keutuhan kelompok.
  2. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lain. Kekompakan atau solidaritas antara anggota akan memeberikan kontribusi bagi perkembangan kelompok.
  3. Ada faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan mereka bertambah erat. Rasa senasib sepenanggungan atau sehidup semati dalam berkelompok bisa menimbulkan semangat untuk bekerja sama demi tujuan bersama.
  4. Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku. Susunan kelompok, dan norma atau peraturan tidak akan terpisah dari sebuah ikatan guna menjaga kelangsungannya.
  5. Bersistem dan berproses. Dimaksudkan, terdiri atas unsur yang saling menunjang satu dengan lainnya. Juga terdapat runtutan di dalam perkembangannya.

Kelompok Sosial | www.zonasiswa.com


C. Jenis-jenis Kelompok Sosial

Dalam suatu masyarakat pastilah terdapat berbagai ragam jenis dan corak kelompok sosial, terlebih lagi dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia. Berbagai tipe kelompok sosial dalam masyarakat dapat diklasifikasikan ke dalam tipe-tipe tertentu. Adapun tipe-tipe tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kelompok Sosial Semu
    Kelompok semu merupakan kelompok orang-orang yang bersifat sementara. Kelompok sosial ini tidak memiliki struktur, ikatan, kesadaran jenis, atau aturan. Biasanya kelompok semu ini terjadi secara spontan atau tiba-tiba. Sebagai contoh yang mungkin sering Anda lihat yaitu berkumpulnya orangorang ketika terjadi peristiwa tabrakan. Adapun ciri-ciri kelompok semu adalah:
    • tidak direncanakan karena terjadi secara spontan,
    • tidak terorganisasi sehingga tidak berstruktur,
    • tidak ada interaksi, interelasi, dan komunikasi yang berlangsung lama (langgeng),
    • tidak ada kesadaran kelompok, dan
    • kehadirannya bersifat sementara.

  2. Kelompok Sosial Nyata
    Kelompok sosial yang nyata mempunyai berbagai bentuk tetapi ada satu ciri yang sama, yaitu kehadirannya bersifat tetap. Hampir pada semua kelompok sosial yang terjadi di masyarakat merupakan kelompok nyata. Adapun bentuk-bentuk kelompok nyata adalah:
    • Kelompok statistik (statistick group)
    • Kelompok kemasyarakatan (societal group)
    • Kelompok sosial (social group)
    • Kelompok asosiasi (associational group)

  3. Paguyuban (gemeinschaft)
    Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama di mana anggotaanggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan. Kehidupan tersebut juga bersifat nyata dan organis, sebagaimana dapat diumpamakan dengan organ tubuh manusia atau hewan. Bentuk paguyuban terutama akan dapat dijumpai di dalam keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga, dan lain sebagainya.

  4. Patembayan (gesellschaft)
    Patembayan merupakan kelompok sosial yang terbentuk atas dasar kepentingan tertentu. Seseorang akan menjadi anggota patembayan dengan memperhitungkan untung rugi. Jadi, pada kelompok sosial ini masing-masing anggota menggunakan rasionya untuk bergabung dalam kelompok. Bila anggota merasa sudah tidak perlu lagi terhadap kelompok, maka ia dapat keluar dari kelompok tersebut. Oleh karena itu, ikatan antaranggotanya bersifat longgar. Contohnya perusahaan, Perkumpulan PKK, dan sebagainya

  5. Komunitas
    Komunitas merupakan kelompok sosial yang dibatasi oleh wilayah geografis yang jelas. Komunitas ini sering dinamakan dengan istilah masyarakat setempat. Dasar dalam suatu komunitas yaitu batas wilayah dan kesadaran berkelompok.

  6. Organisasi Sosial
    Kelompok sosial yang paling jelas keberadaannya adalah asosiasi. Kelompok asosiasi ini mempunyai struktur yang jelas dan memiliki kesadaran kelompok yang kuat, tetapi ikatan kelompoknya relatif longgar. Semakin berkembang tingkat kehidupan masyarakat, maka semakin berkembang pula ragam kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka dibuatlah wadah-wadah yang dapat mengorganisir anggota kelompok. Oleh karena itu, perkembangan kelompok asosiasi menjadi organisasi sosial semakin nyata. Organisasi merupakan kesatuan orang-orang dengan struktur dan pembagian kerja yang jelas. Jadi, pengertian organisasi sosial adalah kesatuan orang-orang dengan struktur dan pembagian kerja yang jelas sebagai akibat hubungan sosial yang terjadi di dalam masyarakat.

Semoga penjelasan tersebut di atas tentang Kelompok Sosial bisa bermanfaat bagi sobat sekalian.

Sistem Reproduksi Manusia

Sistem Reproduksi Manusia ~ Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian interaksi organ dan zat dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada manusia berbeda antara pria dan wanita. Pria menghasilkan gamet jantan atau spermatozoa yang dibentuk di dalam testis. Spermatozoa berukuran sangat kecil dan berbentuk menyerupai berudu, sedangkan wanita menghasilkan sel telur (ovum) yang dibentuk di dalam ovarium. Nah, pada kesempatan kali ini Saya akan mencoba mengurai penjelasan mengenai Sistem Reproduksi Manusia secara lengkap. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

A. Sistem Reproduksi Pada Laki-laki

Sistem reproduksi pria meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis, dan hormon-hormon pada pria. Organ reproduksi pria dirancang untuk dapat menghasilkan, menyimpan, dan mengirimkan sperma. Sperma tersimpan dalam cairan yang terlindung dan bergizi, yaitu air mani. Organ reproduksi pria dibedakan menjadi dua bagian, yaitu organ reproduksi dalam dan luar.

Sistem Reproduksi Manusia | www.zonasiswa.com


Organ reproduksi dalam
Organ reproduksi dalam terletak di dalam tubuh, yang terdiri atas bagianbagian berikut.

  1. Testis
    Testis memiliki bentuk bulat telur dan berjumlah sepasang, terdapat pada skrotum (zakar). Testis merupakan tempat pembentukan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon kelamin (testosteron). Pada testis terdapat pembuluh-pembuluh halus yang disebut tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus terdapat calon-calon sperma (spermatogonium yang diploid. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisiil yang menghasilkan hormon testosteron dan hormon kelamin jantan lainnya. Selain itu, terdapat pula sel-sel berukuran besar yang berfungsi menyediakan makanan bagi spermatozoa, sel ini disebut sel sertoli.

  2. Saluran Reproduksi
    Saluran reproduksi terdiri atas duktus epididimis, yaitu tempat pematangan sperma lebih lanjut dan tempat penyimpanan sementara sperma. Selanjutnya, terdapat vas deferens yang merupakan suatu saluran untuk mengangkut sperma ke vesikula seminalis (kantung sperma). Arah vas deferens ini ke atas, kemudian melingkar dan salah satu ujungnya berakhir pada kelenjar prostat dan di belakang kandung kemih, saluran ini bersatu membentuk duktus ejakulatorius pendek yang berakhir di uretra. Uretra dari duktus ejakulatorius sama-sama berakhir di ujung penis.

  3. Kelenjar Kelamin
    Saluran kelamin dilengkapi dengan tiga kelenjar yang dapat mengeluarkan getah atau semen. Kelenjar-kelenjar ini, antara lain vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretral (Cowper). Kelenjar Vesikula seminalis berjumlah sepasang dan terletak di atas dan bawah kandung kemih. Vesikula seminalis menghasilkan 60% dari volume total semen. Cairan dari vesikula seminalis berwarna jernih, kental mengandung lendir, asam amino, dan fruktosa. Cairan ini berfungsi memberi makan sperma. Selain itu, vesikula seminalis juga mengekskresikan prostaglandin yang berfungsi membuat otot uterin berkontraksi untuk mendorong sperma mencapai uterus. Kelenjar Prostat berukuran lebih besar dibandingkan dua kelenjar lainnya. Cairan yang dihasilkan encer seperti susu dan bersifat alkalis sehingga dapat menyeimbangkan keasaman residu urin di uretra dan keasaman vagina. Cairan ini langsung bermuara ke uretra lewat beberapa saluran kecil. Sedangkan Kelenjar bulbouretral atau kelenjar cowper berjumlah sepasang, dan terletak di sepanjang uretra. Cairan kelenjar ini kental dan disekresikan sebelum penis mengeluarkan sperma dan semen.

  4. Utera
    Uretra adalah saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh. Uretra berfungsi sebagai saluran pembuangan baik pada sistem kemih atau ekskresi maupun pada sistem seksual. Pada pria, uretra berfungsi juga dalam sistem reproduksi sebagai saluran pengeluaran air mani.

Organ reproduksi luar
Sebagian besar, alat reproduksi laki-laki berada di bagian luar tubuh yang terlihat langsung. Organ reproduksi luar pada laki-laki meliputi penis dan scrotum.

  1. Penis
    Penis (dari bahasa Latin phallus yang artinya ekor) adalah alat kelamin jantan dan juga berfungsi sebagai organ eksternal untuk urinasi. Penis terdiri atas tiga rongga yang berisi jaringan spons. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, maka rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).

  2. Scrotum (kantung zakar)
    Scrotum merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Scrotum berjumlah sepasang, yaitu scrotum kanan dan scrotum kiri. Di antara scrotum kanan dan scrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos.

B. Sistem Reproduksi Pada Perempuan

Sistem reproduksi wanita meliputi kumpulan organ- organ reproduksi, proses oogenesis, fertilisasi, kehamilan, dan persalinan. Organ reproduksi perempuan adalah alat atau bagian tubuh perempuan yang berkaitan erat dengan kehamilan atau kemampuan beranak. Organ reproduksi wanita terbagi dua yaitu di dalam dan di bagian luar tubuh. Organ reproduksi dalam tubuh tidak dapat dilihat secara langsung, sebaliknya alat reproduksi luar dapat dilihat.

Sistem Reproduksi Manusia | www.zonasiswa.com


Organ reproduksi dalam
Organ reproduksi dalam pada wanita terdiri atas bagian-bagian berikut.

  1. Ovarium
    Ovarium terdapat dalam rongga badan di daerah pinggang, yaitu di sebelah kanan dan kiri. Dalam ovarium terdapat kelenjar endokrin dan jaringan tubuh yang membuat sel telur (ovum) yang disebut folikel. Sel folikel akan memproduksi sel telur pada ovarium wanita. Peristiwa pelepasan sel telur (ovum) dari ovarium setelah folikel masak disebut ovulasi. Ovulasi pada wanita berlangsung sebulan sekali. Pada saat folikel telur tumbuh, ovarium menghasilkan hormon estrogen, dan setelah ovulasi menghasilkan hormon progesteron.

  2. Saluran tuba fallopii
    Saluran tuba fallopii atau oviduk berjumlah sepasang, di kanan dan di kiri. Saluran ini menghubungkan ovarium dengan rahim. Bagian pangkalnya berbentuk corong disebut tuba infundibulum. Tuba infundibulum ini dilengkapi dengan jumbai-jumbai yang dinamakan fimbriae. Fimbriae berfungsi menangkap sel telur yang telah masak dan lepas dari ovarium. Tuba fallopii berfungsi untuk menggerakkan ovum ke arah rahim dengan gerak peristaltik dan dengan bantuan silia.

  3. Rahim (uterus)
    Rahim manusia memiliki satu ruangan dan berbentuk buah pir, pada bagian bawahnya mengecil dan disebut leher rahim atau serviks uteri, bagian ujung yang besar disebut badan rahim atau corpus uteri. Lapisan terdalam yang membatasi rongga rahim terdiri atas jaringan epitel yang disebut endometrium atau selaput rahim. Lapisan ini menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Sebulan sekali, pada saat menstruasi (haid) lapisan ini dilepaskan diikuti dengan pendarahan.

  4. Vagina
    Vagina adalah sebuah tabung berlapiskan otot yang membujur ke arah belakang dan atas. Dinding vagina lebih tipis dari rahim dan banyak lipatan-Iipatan. Hal ini untuk mempermudah jalan kelahiran bayi. Selain itu, juga terdapat lendir yang dihasilkan oleh dinding vagina dan suatu kelenjar, yaitu kelenjar barlholini.

Organ reproduksi luar
Organ reproduksi luar wanita yaitu vulva. Vulva banyak disusun oleh jaringan lemak. Daerah ini disebut Mons pubis (mons veneris). Di bagian bawah dari monspubis terdapat suatu lipatan yang berjumlah sepa-sang yang disebut dengan labium mayor (bibir besar). Pada bagian lebih dalam dari labium mayor terdapat pula lipatan yang kedua berjumlah sepasang yang disebut dengan labium minor (bibir kecil). Kedua lipatan ini berfungsi untuk melindungi vagina. Di bagian atas dari struktur labium ini terdapat klitoris, yang merupakan organ erektil pada wanita. Pada bagian ini terdapat klitoris yang banyak terdapat pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Saluran yang langsung berhubungan dengan vulva adalah uretra dan vagina.

C. Kelainan Pada Sistem Reproduksi

Kelaina atau penyakit pada sistem reproduksi ada beberapa macam, antara lain:

  1. Kanker Leher Rahim
    Kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang leher rahim perempuan melalui tahap-tahap pra-kanker (displasia ringan), displasia berat, kanker yang belum menyebar dan kanker yang akan menyebar. Pada stadium lanjut, kanker ini memiliki gejala pendarahan setelah senggama, pendarahan setelah menopouse dan keputihan atau keluar cairan kekuningkuningan, berbau dan bercampur dengan darah.

  2. Kanker Ovarium
    Kanker ovarium adalah kanker yang menyerang indung telur kiri atau kanan, atau kedua-duanya. Kanker indung telur biasanya menyerang perempuan yang sudah menopouse (berumur 50 tahun ke atas).

  3. Endometrosis
    Endometrosis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita. Hal ini disebabkan oleh jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, seperti serviks atau vagina.

  4. Hamil Anggur (Mola Hidalidosa)
    Hamil anggur merupakan suatu kehamilan yang tidak berisi janin, tetapi berisi gelembung-gelembung mola dan bekuan darah. Hamil anggur dapat menyebabkan kesakitan atau kematian karena pendarahan, tembusnya dinding rahim oleh proses mola dan infeksi.

  5. Kanker Prostat
    Kanker prostat adalah kanker yang menyerang kelenjar prostat pada pria. Kanker ini menyebabkan sel-sel dalam kelenjar prostat tumbuh abnormal dan tidak terkendali. Kanker prostat biasanya menyerang pria usia 60 tahun ke atas.

  6. Kencing Nanah
    Penyakit gonorhoe adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit kelamin ini bisa menular melalui seks bebas. Gejalanya adalah keluar cairan berwarna putih, rasa nyeri pada saat buang air kecil, pada pria mulut uretra bengkak dan agak merah.

  7. Sifilis (Raja singa)
    Penyakit sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini menular melalui hubungan seksual. Gejala yang timbul adalah luka pada kemaluan, bintik atau bercak merah di tubuh, kelainan saraf, jantung, pembuluh saraf, dan kulit.

  8. Herpes Genitalis
    Penyakit herpes genitalis disebabkan oleh virus herpes simpleks. Gejala yang timbul adalah bintil-bintil berkelompok pada kemaluan, hilang dan timbul, akhirnya menetap seumur hidup.

  9. Coniloma Accuminata
    Penyakit condiloma accuminata disebabkan oleh virus Human papilloma. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya kutil yang dapat membesar dan akhirnya dapat menimbulkan kanker mulut rahim.

  10. Ingertilitas
    Infertilitas atau ketidaksuburan dapat terjadi pada pria atau wanita. Pada pria infertilitas terjadi karena adanya penyakit, seperti impotensi, ejakulasi dini, adanya sumbatan pada saluran sperma, adanya kelainan gerak sperma dan kerusakan testis. Sedangkan, pada wanita disebabkan oleh kelainan lendir leher rahim, adanya tumor, adanya sumbatan pada saluran telur, menstruasi tidak teratur dan karena obesitas.

Terima kasih sudah berkenan berkunjung dan membaca penjelasan di atas tentang Sistem Reproduksi Manusia, semoga bisa menambah wawasan sobat sekalian dan tentunya bermanfaat.