Sabtu, 06 Februari 2016

Komponen- Komponen Microsoft Excel 2007

Komponen- Komponen Microsoft Excel 2007 

1. Office Button berisi menu perintah yang berkaitan dengan dokumen
2. Quick Access Toolbar berisi shortcut perintah-perintah yang sering digunakan
3. Tittle bar,menampilkan nama program aplikasi dan nama file workbook yang
aktif
4. Kontrol Jendela terdiri dari tiga tombol yang terletak disebelah kanan
atas jendela Excel
Minimize untuk menutup sementara jendela Excel
Maximize untuk memperbesar tampilan jendela Excel
Close untuk menutup jendela excel
5. Ribbon menampilkan tombol-tombol perintah seputar pengerjaan worksheet
6. Name box kotak petunjuk posisi sel
7. Nomor baris menunjukkan urutan baris pada lembar kerja Microsoft Excel yang ditandai dengan angka
8. Nama kolom merupakan urutan kolom dalam lembar kerja Microsoft Excel yang ditandai dengan huruf
9. Sel merupakan perpotongan antara kolom dan baris yang berbentuk kotak
10. Scroll bar vertical untuk menggulung lembar kerja Microsoft Excel keatas ke bawah
11. Scroll bar horizontal untuk menggulung lembar kerja Microsoft Excel kekanan atau kekiri
12. Tabulasi tab untuk memilih lembar kerja yang digunakan
13. View mode berisi keterangan mengenai mode tampilan worksheet. Ada tiga mode yaitu normal page layout atau page break preview
14. Zoom slider berfungsi untuk memperkecil atau memperbesar tampilan dokumen

Karya Ilmiah Bahasa Indonesia

Karya Tulis Ilmiah (Proposal Penelitian)

Anda akan berlatih mendaftar hal-hal yang perlu ditulis berdasarkan topik yang dipilih, menentukan gagasan yang akan dikembangkan dalam karya tulis ilmiah (berdasarkan pengamatan atau penelitian), menyusun kerangka karya tulis ilmiah, dan menyunting karya ilmiah sendiri atau karya orang lain.
1. Mendaftar Hal-Hal yang Perlu Ditulis Berdasarkan Topik yang
Dipilih
Sebelum Anda membuat suatu karya tulis ilmiah, maka terlebih dahulu Anda akan menentukan topik apa yang akan Anda angkat dalam penulisan ilmiah tersebut. Misalnya saja Anda akan meneliti mengenai kalimat tidak efektif. Penelitian tentang kalimat tidak efektif sangatlah luas. Oleh karena itu, sebaiknya Anda membatasi ketidakefektifan kalimat khususnya kemubaziran. Kemubaziran pun memiliki bidang yang luas misalnya kemubaziran reduplikasi, komposisi, kata tugas.

Apabila Anda akan meneliti secara mendalam lebih baik jika Anda memfokuskan pada salah satu saja misalnya kemubaziran dalam hal reduplikasi. Reduplikasi sendiri terdiri dari reduplikasi sebagian, seluruh, historis, morfologis.
Hal-hal yang dapat diteliti misalnya dalam kalimat berikut: Para siswa-siswa sedang melaksanakan upacara bendera. Bentuk “para siswa-siswa” merupakan kemubaziran karena kata “para” sendiri berarti jamak.
Pada hakikatnya karya tulis ilmiah merupakan laporan penelitian yang disusun dengan mengikuti format tertentu. Dari berbagai format yang ada terdapat satu kesamaan yaitu: karya ilmiah ini merupakan fakta atau nyata bukan cerita atau rekayasa.
Adapun kategori karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut.
a. Karya tulis yang berdasarkan pada fakta bukan cerita,
b. Ditulis dengan format karya ilmiah,
c. Berupa hasil penelitian atau pengamatan,
d. Bersifat aktual.
2. Menentukan Gagasan yang akan Dikembangkan dalam Karya
Ilmiah
Dalam pembahasan di atas, Anda telah memilih topik tentang ketidakefektifan kalimat khususnya kemubaziran. Dari masalah tersebut, Anda akan lebih memfokuskan pada kemubaziran dalam hal reduplikasi. Reduplikasi ini akan Anda kembangkan menjadi satu bentuk penelitian yang kompleks disertai dengan pembahasan yang lengkap.
Jadi, apabila Anda telah menentukan topik yang akan dijadikan sebagai bahan penulisan karya ilmiah, langkah selanjutnya adalah menentukan gagasangagasan. Gagasan-gagasan inilah yang kemudian akan Anda kembangkan.
3. Menyusun Kerangka Karya Tulis Ilmiah
Yang dimaksud dengan kerangka karya tulis adalah rencana kerja yang memuat garis-garis besar suatu karya tulis. Format kerangka karya tulis secara umum meliputi pendahuluan, pembahasan, dan penutup yang disertai kesimpulan serta saran.
a. Bagian pendahuluan biasanya memuat latar belakang masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, rumusan masalah, identifikasi masalah, dan landasan teori.
b. Bagian pembahasan memuat gagasan-gagasan permasalahan yang hendak disampaikan. Dikemukakan pula masalah temuan-temuan dan analisis terhadap data-data yang telah dikumpulkan.
c. Bagian penutup memuat secara singkat masalah-masalah penting dari pembahasan sebelumnya. Disertakan pula saran-saran dari penulis yang merupakan tindak lanjut dari penelitian tersebut. Selain hal tersebut, masih pula ditambah daftar pustaka, kata pengantar, dan daftar isi.

FORMAT PENYUSUNAN KARYA ILMIAH

1. Bagian Awal
Bagian awal ini dimulai dari halaman judul sampai dengan abstrakpenelitian. Komponen-komponen bagian ini  secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Halaman Sampul dan Halaman Judul
Halaman sampul memuat 1) judul, 2) lambang atau logo sekolah, 3) nama dan nomor siswa, dan 4) nama sekolah.
b) Halaman Persetujuan
Halaman persetujuan ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyusun karya ilmiah beserta nomor induk siswa, 3) tanda tangan dan nama terang pembimbing, dan 4) kata persetujuan.
c) Halaman Pengesahan
Halaman ini memuat bukti pengesahan administratif dan akademik oleh kepala sekolah. Halaman ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyiapkan karya ilmiah, 3) kalimat pengesahan beserta tanggal, bulan, dan tahun, 4) tanda tangan dan nama terang kepala sekolah serta cap stempel.
d) Kata Pengantar
Kata pengantar memuat informasi umum atau uraian singkattentang maksud penulisan karya ilmiah, harapan penulis terhadap penelitian (yang kemudian hasilnya ditulis dalam bentuk karya ilmiah), dan penyampaian rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam karya ilmiah.
e) Daftar Isi
Daftar isi ini memuat secara rinci isi keseluruhan karya ilmiah beserta letak nomor halamannya, mulai dari halaman judul sampai dengan lampiran. Komponen isi karya ilmiah ini dicantumkan dalam daftar isi antara lain meliputi judul-judul bab dan subbab. Penulisan daftar isi harus mempertahankan konsistensi dalam pencantuman komponen-komponen itu.
f) Daftar Tabel dan Halaman Gambar (jika ada)
Daftar tabel dan halaman gambar berisi nomor urut halaman tempat tabel, dan gambar tersebut disajikan. Tiap-tiap jenis dikelompokkan dan diberi nomor urut tersendiri.
g) Abstrak
Abstrak disusun dengan komponen-komponen sebagai berikut: 1) nama siswa, ditulis dari belakang apabila terdiri dari dua bagian nama, 2) tahun pembuatan, 3) judul karya ilmiah (dalam tanda petik, huruf kapital hanya pada awal setiap kata), 4) kata Karya Ilmiah ditulis miring, 5) nama kota, 6) nama sekolah, 7) kata ABSTRAK Penulisan isi abstrak tersebut dituangkan dalam tiga paragraf dengan spasi tunggal. Paragraf pertama berisi uraian singkat mengenai latar belakang masalah dan tujuan penelitian. Paragraf kedua berisi metode penelitian, mencakup populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data. Paragraf ketiga berisi hasil penelitian dan pembahasan.
2. Bagian Tengah
Bagian tengah ini terdiri dari isi karya ilmiah dan daftar pustaka.
a. Bab I Pendahuluan
1) Latar Belakang Masalah
Berisi uraian tentang hal-hal yang melatarbelakangi timbulnya masalah.
2) Identifikasi Masalah
Berisi berbagai masalah yang dapat dikenali atau muncul yang berkaitan dengan judul karya ilmiah.
3) Pembatasan Masalah
Berisi masalah yang akan dibahas. Tidak semua masalah yang ada akan dibahas. Tujuannya agar lebih terfokus.
4) Perumusan Masalah
Beberapa masalah yang telah ada pada pembatasan masalah dirumuskan dengan kalimat tanya.
5) Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini menjelaskan secara spesifik tujuan atau hal-hal yang ingin dicapai melalui penelitian ini.
6) Manfaat Penelitian
Manfaaat penelitian ini berkaitan dengan penerapan hasil penelitian, baik bagi penulis atau pun masyarakat di sekitar.
b. Bab II Kajian Pustaka
Bab ini membahas tiga hal penting yaitu:
1) Kerangka Teoretis
Dalam subbab ini diuraikan berbagai teori yang mendukung permasalahan yang diajukan. Uraian dapat mengambil dari bukubuku dengan berpedoman pada format karya ilmiah.
2) Kerangka Pemikiran
Dari berbagai teori yang dikemukakan dalam kerangka teoretik kemudian ditentukan suatu kerangka berpikir yang digunakan dalam penelitian.
3) Hipotesis (jika ada)
Hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap hasil penelitian, yang kebenarannya harus diuji secara empiris.
c. Bab III Metode Penelitian
1) Subjek dan Objek
Subjek adalah semua benda, individu, atau hal yang akan diteliti.Objek merupakan bagian dari subjek yang memiliki ciri yang dimilikioleh subjek.
2) Metode Pengumpulan Data
Berisi cara yang digunakan untuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian.
3) Alat Penelitian
Alat penelitian berupa alat-alat yang digunakan untuk memperoleh data. Alat data ini dapat berupa kartu data, angket, kuesioner, danlain-lain.
4) Metode Analisis Data
Penggunaan metode analisis data ini tergantung pada metode yang akan digunakan untuk membahas hasil penelitian.
d. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
1) Hasil Penelitian
Berisi hasil-hasil penelitian yang diperoleh peneliti disertai data-datapendukung.
2) Pembahasan
Terhadap penelitian yang telah disajikan pada subbab di atas kemudian diadakan pembahasan. Mengapa hasilnya seperti itu? Apa kaitan hasil dengan permasalahan yang ada? Jadi, pada pembahasan ini dikemukakan pemikiran-pemikiran kreatif tentang hasil penelitianitu.
e. Bab V Kesimpulan dan Saran
1) Kesimpulan
Kesimpulan diambil berdasarkan hasil penelitian dan sejalan dengan perumusan masalah. Kesimpulan diuraikan secara ringkas, jelas, padat, dan sistematis serta dalam bahasa yang komunikatif tentang penemuan-penemuan yang diperoleh dalam penelitian.
2) Saran
Saran dirumuskan secara lugas, operasional, dan relevan dengan temuan-temuan penelitian.
f. Daftar Pustaka
Bagian ini berisi daftar semua pustaka yang dijadikan acuan atau pegangan, serta landasan penelitian. Daftar pustaka disusun atas dasar alfabetis nama pengarang tanpa nomor urut. (1) nama pengarang, (2) tahun terbit, (3) judul buku, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.
3. Bagian Akhir
Bagian akhir ini memuat semua lampiran yang berupa dokumen atau bahan yang digunakan untuk menunjang penyusunan karya ilmiah. Lampiran dipilih bahan sedemikian rupa sehingga bahan-bahan yang relevan saja yang dilampirkan. Sebelum seseorang memulai menulis karya ilmiah, terlebih dahulu harus membuat kerangka karya tulis ilmiah ini. Berikut ini contoh kerangka karya tulis ilmiah.

Kerangka Karya Ilmiah (Proposal Penelitian)

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Identifikasi Masalah
C. Pembatasan Masalah
D. Perumusan Masalah
E. Tujuan Penelitian
F. Manfaat Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kerangka Teoretis
B. Kerangka Pemikiran
C. Hipotesis (jika ada)

BAB III METODE PENELITIAN
A. Populasi dan Sampel
B. Metode Pengumpulan Data
C. Instrumen Penelitian
D. Metode Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
B. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

Terima kasih telah berkunjung ke blog Saya, Ayo Baca ini. Silakan berkemontar di bawah ini dengan bahasa yang sopan jika anda suka tolong klik tombol suka atau share (berbagi). Marilah saling membangun para blogger.

Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Pengertian membaca cepat

  • Membaca cepat adalah membaca dalam waktu yang singkat dengan tetap memperoleh pemahaman terhadap isi bacaan.
  • Membaca cepat adalah teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain (Soedarso, 2000:89)

Model membaca cepat

1. Model line by line
Model line by line atau sering disebut model garis per garis. Membaca model ini kata-kalimat dalam bahan bacaan dibaca secara berurutan dari baris pertama hingga baris terakhir secara beurutan. Model ini biasanya digunakan untuk bacaan yang bersifat padat, materi bacaan yang relative baru (masih asing), atau banyak menggunakan kata-kata atau istilah asing .
2. Model Spiral
Membaca cepat Model Spiral. Ketika membaca kita tidak membaca seluruh isi bacaan, tetapi dibaca secara gigzag seperti spiral. Penggabungan kata/kalimat dalam bacaan menggunakan rasio dan pemikiran kita, sehingga kita mengimpulkan sendiri dari kata-kata kunci yang dibaca.
3. Model Melingkar
Model melingkar atau mencari kata kunci. Di sini pembaca tidak membaca semua kata/kalimat dalam bacaan tetapi dicari kata kunci (key word). Kata-kata kunci ini menjadi acuan untuk memahami isi bacaan dan dihubungkan melalui logika dan pemikiran si pembaca. Model ini biasanya digunakan untuk membaca informasi yang sifatnya ringan. Milsanya membaca Koran, ma jalah, dll.

Langkah-langkah membaca cepat

1. Langkah pertama adalah persiapan
  • Membaca judul. Judul ini kita coba menafsirkannya sesuai dengan asosiasi dan imajinasi serta pengalaman yang telah kita alami.
  • Perhatikan gambar dan keterangan gambar dari materi yang akan dibaca. Biasanya gambar atau ilustrasi dalam buku mengilustrasikan isi bacaan.
2. Langkah kedua adalah pelaksanaan
  • Membaca cepat dengan menggunakan teknik scaning, skimming dan SQ3R.
  • Di sini kita bisa mencari kata-kata kunci yang ada dalam kalimat, selanjutnya dihubungkan melalui asosiasi dan imajinasi kita sehinga bisa dengan cepat mengambil inti sari isi bacaan tampa harus membaca seluruh isi buku.

Manfaat membaca cepat

  • Memperoleh pengetahuan dalam wacana secara cepat
  • Belajar menyelami kepribadian penulis melalui tulisannya
  • Memperoleh informasi dalam waktu singkat
  • Memacu tumbuhnya kreativitas dan rasa peka berbahasa
  • Mengefektifkan dan mengefisienkan waktu

Mengukur kecepatan membaca

  • Memahami kemampuan Anda dalam membaca dengan menggunakan rumus  kata per menit (kpm).
jumlah kata yang dibaca : waktu yang diperlukan (detik) x 60  =  kpm
contoh:  Jika Anda membaca teks sejumlah 1000 kata dalam waktu 5 menit, maka kecepatan membaca Anda sebagai berikut:
(1000 : 300) x 60 = 200 kata per menit

Latihan Pembelajaran

Hitunglah kecepatan membaca Anda dengan menggunakan rumus kata permenit (kpm) pada wacana di bawah ini!
Mahasiswa Depok
Rawan Penyalahgunaan Narkotika
Penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa berbagai perguruan tinggi yang berlokasi di Kotamadya Depok, menunjukkan gejala peningkatan. Situasi itu diperkeruh oleh tindakan oknum aparat untuk meraih keuntungan materi tanpa mempedulikan bahaya penyalahgunaan narkotika bagi generasi muda.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Depok Ajun Komisaris Besar M. Amhar Zeth mengungkapkan hal itu beberapa waktu lalu. Dari tiga kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum kerjanya, satu diantaranya terkait dengan mahasiswa. Kasus-kasus yang terkait dengam mahasiswa dan sudah ditangani petugas itu masih sebatas pemakai “Belum ada kasus yang melibatkan mahasiswa sebagai pengedar,”katanya.
Pada kasus anggota masyarakat lainnya, selain sebagai  pemakai kasus-kasus yang telah ditangani menunjukkan kawasan depok telah menjadi sasaran berbagai jenis narkotika, seperti ganja, shabu, ekstasi, dan putaw.
Menurut Amhar, pihaknya prihatin atas peningkatan penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa. Untuk itu, Polres Depok menjadikan penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa sebagai perhatian utama. Akan tetapi, tidak berarti di kalangan masyarakat lainnya dikendurkan.
Selain tindakan represif, Polres Depok secara berkala mengunjungi kampus-kampus untuk mengadakan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan psikotropika. Dua kegiatan itu dibungkus dalam nama “Operasi Idaman”, mengambil moto Depok Idaman (indah, damai, dan aman).
Di kawasan Depok terdapat empat perguruan tinggi besar, yaitu Universitas Indonesia (UI) dengan jumlah mahasiswa 45.000 orang, Universitas Gunadharma (30.000), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran (35.000), dan Universitas Jayabaya (1.000). sebagian di antara mahasiswa itu kos di Depok, sebagian lainnya pergi-pulang.
Mahasiswa yang kos datang dari hamper seluruh pelosok negeri ini. “Ini pula yang membuat kami sangat memperhatikan penyalhguaan narkotika di kalangan mahasiswa. Soalnya, orang tua telah berupaya keras menyekolahkan mereka dan berharap anak-anaknya lebih baik dibandingkan mereka. Betapa kecewanya para orang tua bila anak-anaknya tidak berhasil karena telah menjadi korban narkotika,” kata Amhar.
Amhar mengatakan “Operasi Idaman” dibiayai oleh Polres Depok sendiri. Selain soal dana, Polres Depok juga terbentur masalah jumlah anggota polisi yang saat ini berjumlah 800 orang, termasuk Kepala Polres. Mereka bertugas di wilayah seluas 5.000 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,1 juta jiwa. Sarana pembantu yang dimiliki terdiri dari delapan mobil patroli dan sepuluh sepeda motor. Semua kendaraan itu sudah tua, tetapi tetap masih bias dipakai.
Saat ini dua jaksa dari Kejaksaaan Negeri Depok, Agus Sudrajat dan iwan mendekam di tahanan Polres Depok. Keduanya disangka memalsukan dokumen Kejaksaan Negeri Depok untuk tujuan membebaskan empat tersangka pengedar narkotika. Para pengedar itu, Prabowo Budi Hartanto, Fery Junaidi, Windu Sukmono, dan Aris Setiadi yang ditangkap polisi awal Oktober.
Sumber: Kompas, 30 Oktober 2001
Jawablah pertanyaan berikut tanpa melihat wacana yang sudah Anda baca!
  1. Polres Depok menjadikan penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa menjadi perhatian utama. Mengapa demikian?
  2. Jelaskan dua tindakan yang dilakukan Polres Depok dalam menanggulangi penyalahgunaan narkotika!
  3. Tulislah ide pokok tiap paragraf pada wacana di atas!
  4. Apa yang dimaksud dengan “Operasi idaman”?

Memahami Struktur Buku

Memahami Struktur Buku

Struktur atau anatomi buku jelas sangat beda dengan artikel. Buku memiliki anatomi yang tersusun secara rinci. Sekalipun pada masing-masing penerbit berbeda dalam memahami anatomi buku ini, namun praktenya memiliki banyak kesamaan. Memahami anatomi buku sangat penting, seorang penulis dengan sendirinya tidak mempersulit diri sendiri dan penerbit. Penulisan buku yang semau gue, tidak lengkap sesuai anatomi yang umum, sekalipun diterima oleh penerbit, nantinya akan dikembalikan untuk dilengkapi.
Secara garis besar anatomi buku terbagi dalam tiga besar; pendahulu, isi naskah, dan penutup (end matter). Tiga besar tersebut rinciannya sebagai berikut:
a. Pendahulu (Preliminary pages/front mater)
Pendahulu (bukan pendahuluan) adalah halaman yang mendahului halaman isi. Halaman ini hanya menginformasikan keberadaan isi buku yang akan Anda baca. Sebagian penerbit memberikan nomor dan jenis angka tersendiri pada halaman pendahulu ini (tidak satu rangkaian dengan halaman naskah dan umumnya menggunakan angka romawi). Namun banyak juga penerbit yang tidak membedakan hal tersebut.
Halaman pendahulu terdiri dari:
1) halaman pancir (lembar pertama setelah cover)
2) halaman judul (lembar kedua)
3) balik halaman judul (halaman copy right)
4) daftar isi
5) daftar pedanan kata (transilasi)
6) halaman persembahan
7) ucapan terima kasih
8) pengantar
9) Sambutan
Tidak semua penerbit menggunakan secara lengkap poin-poin tersebut terutama halaman persembahan, pedanan kata, ucapan terima kasih, dan sambutan semuanya disesuaikan dengan kebutuhan.
b. Isi Naskah Buku
Setelah pendahulu halaman, selanjutnya isi naskah atau menurut Sofia Mansoor “daging buku”. Isi naskah buku berisi pembahasan lengkap sebagai penjabaran dari judul. Isi naskah terbagi dalam beberapa bab, sub bab dan pasal yang dimaksudkan untuk memisahkan antara satu sub bahasan dengan sub bahasan yang lainnya. Di samping itu untuk mempermudah pembaca memahami isi naskah. Adakalanya bab-bab itu tidak ditulis, cukup menuliskan nomornya saja.
c. Penutup (end matter)
Penutup, end matter, atau back matter adalah halaman akhir setelah halaman naskah. Halaman penutup ini umumnya terdiri dari:
1) lampiran
2( daftar pustaka
3) indeks
4) riwayat hidup penulis
Struktur buku di atas harus dipahami penulis. Buku yang dikirim dalam kondisi lengkap, sangat memudahkan penerbit dalam mengolahnya.

Mengomentari Pendapat Seseorang Dalam Diskusi

Mengomentari Pendapat Dalam Diskusi
mengomentari pendapat diskusi

Diskusi merupakan bertukar pendapat antara dua orang atau lebih dengan tujuan memperoleh kesepakatan atau keputuasan bersama. Dalam suatu acara diskusi atau seminar, setiap peserta diskusi berhak meyampaikan tanggapan. Kegiatan menyampaikan tanggapan berarti meyampaikan komentar atas suatu gagasan, pendapat, dan pesan yang disampaikan orang lain mengenai suatu hal. Tanggapan harus yang relevan dengan santun. Selain itu, tanggapan yang disampaikan harus disertai dengan alasan yang logis dan meyakinkan. Isi suatu tanggapan ada bermacam-macam, dapat berupa pertanyaan, dukungan, ataupun kritikan (sanggahan).
  1. Tanggapan Berupa Pertanyaan 
  2. Pertanyaan perlu diajukan ketika ada pendapat peserta lain yang tidak/kurang jelas disaat suatu gagasan disampaikan. Penggunaan kata-kata tanya bergantung pada jenis jawaban yang kita inginkan. Contoh:  "Saya tertarik dengan hasil pengamatan anda. Namun, menurut anda kira-kira mengapa masalah pencemaran lingkungan di kawasan pabrik industri seperti itu sangat sulit untuk diatasi?"
  3. Tanggapan Berupa Dukungan
  4. Dukungan disampaikan ketika pendapat orang lain selaras dengan pendapat kita. Tanggapan berupa dukungan ini merupakan hal yang positif dan dapat menguatkan suatu gagasan orang lain. Contoh: "Pendapat yang disampaikan saudara penyaji tadi benyak benarnya. Sudah merupakan fenomena umum bahwa kondisi lingkungan di sekitar pabrik industri indentik dengan pencemaran. Hal ini juga terkesan dibiarkan. Pemerintah daerah setempat bahkan tidak memberi sanksi yang tegas terhadap pabrik-pabrik industri yang membuang limbah sembarangan."
  5. Tanggapan Berupa Kritikan
  6. Sebaliknya jika kritikan disampaikan ketika pendapat orang lain berbeda dengan pendapat kita. Agar kritikan lebih kuata maka harus disertai fakta dan alasan yang logis. Contoh "Saya kira pendapat itu berlebihan dan tidak sepenuhnya seseuai dengan fakta yang saya temukan. Daerah tempat tinggal saya adalah kawasan industri, tetapi tidak ada masalah pencemaran lingkungan. Pengolahan limbahnya juga sangat baik dan tidak pernah menjadi masalah pencemaran lingkungan. Pengolahan limbahnya juga sangat baik dan tidak pernah menjadi masalah. Oleh karena itu, saya tidak sependapat apabila semua kawasan pabrik industri dikatakan tercemar, karena kenyataanya tidak semua demikian."
Didalam diskusi juga terdapat sebuah pertanyaan didalamnya. Disaat anda mengajukan pertanyaan kita harus tahu tindakan dan tutur kata yang tepat. Sehingga orang yang diberi pertanyaan paham akan maksud pertanyaan tersebut. Berikut tata tertib bertanya saat berdiskusi sebagai berikut.
  1. Mengerti akan topik yang dibahas
  2. Disaat mengajukan pertanyaan jangan sampai anda belum mengetahui tema yang dibahas didalam diskusi. Mengerti akan topik diskusi yang dibahas membuat sebuah pertanyaan menjadi lebih lebih logis dan meyakinkan. Sehingga pertanyaan akan menjadi sebuah hal penting.
  3. Henadaknya Relevan dengan topik permasalahan
  4. Jika anda ingin meyampaikan pertanyaan jangan sampai melewati batas dari tema yang dibahas. Artinya pertanyaan harus sesuai dengan topik yang dibahas didalam diskusi. Karena jika anda mengajukan pertanyaan yang melewati batas topik maka peserta diskusi akan kebingungan dan tidak tahu apa yang dimaksud sang penanya.
  5. Tidak mengulang pertanyaan peserta lain
  6. Jangan sampai anda mengulangi pentanyaan peserta lain. Itu membuat bahwa anda tidak fokus dan berkonsentrasi dalam jalannya diskusi.
  7. Disampaikan dengan jelas dan lancar
  8. Usahakan anda meyampaikan sebuah pertanyaan dengan tutur kata yang jelas dan lancar. Ajukan pertanyaan dengan singkat dan padat agar para peserta megerti akan pertanyaan yang dimaksud.
  9. Disampaikan setelah mendapatkan izin dari mederator
  10. Biasanya saat mengajukan pertanyaan kita akan menunjukan jari atau mengangkat tangan. Lalu setelah itu anda akan mendapatkan izin untuk mengutarakan pertanyaan. Jangan sampai mengutarakan pertanyaan sebelum mendapat izin dari pembawa acara atau moderator. karena hal seperti itu adalah sikap yang tidak sopan atau kurang baik.
Dalam sebuah diskusi tentu saja dapat terjadi adanya perbedaan pendapat dalam upaya mendapatkan solusi dari persoalan yang dibahas. Perbedaan pendapat tersebut akan memunculkan adanya bentuk rasa persetujuan, ketidaksetujuan, upaya sanggahan, ataupun kritikan dari masing-masing peserta diskusi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat meyampaikan pendapat agar tidak ada kesalahpahaman dikubu peserta, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan disaat meyampaikan pendapat sebagai berikut.
  1. Pendapat disampaikan dengan jelas dan tidak bertele-tele
  2. Tanggapan yang baik adalah tanggapan yang mudah dipahami oleh para peserta. Oleh karena itu, utarakan pendapat dengan jelas, singkat, dan padat.
  3. Sampaikan setelah mendapat izin dari moderator
  4. Jika moderator belum memberi izin kepada anda yang ingin menyampaikan pendapat maka jangan sampai anda sampaikan pertanyaan terlebih dahulu. Karena hal itu dianggap kurang beretika.
Jika meyanggah atau mengkritik pendapat orang lain, maka perlu diingat beberapa hal berikut ini.
  1. Hapus emosi, marah, dan prasangka negatif 
  2. Tahan semua amarahan dan hal-hal yang besifat negatif saat mengkritik sebuah pendapat orang lain. Sehingga kritikan anda akan dihormati oleh peserta diskusi.
  3. Sanggahan harus objektif, logis, jujur
  4. Sangggahan yang dimaksud objektif, logis, jujur adalah sanggahan yang mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.
  5. Menunjukan data, fakta, ilustrasi
  6. Gunakanlah fakta-fakta yang dapat memberi kekuatan sebuah sangggahan atau kritikan. Sehingga kritiakan tidak dianggap kepalsuan semata.
  7. Disampaikan secara urut, rinci, teliti, dan tidak berbelit-belit
  8. Sampaikan sanggahan dengan susunan yang teratur agar gagasan yang disampaikan dapat dipahami oleh para peserta diskusi
Mengomentari Pendapat Dalam Distusi
mengomentari pendapat diskusi

Diskusi merupakan bertukar pendapat antara dua orang atau lebih dengan tujuan memperoleh kesepakatan atau keputuasan bersama. Dalam suatu acara diskusi atau seminar, setiap peserta diskusi berhak meyampaikan tanggapan. Kegiatan menyampaikan tanggapan berarti meyampaikan komentar atas suatu gagasan, pendapat, dan pesan yang disampaikan orang lain mengenai suatu hal. Tanggapan harus yang relevan dengan santun. Selain itu, tanggapan yang disampaikan harus disertai dengan alasan yang logis dan meyakinkan. Isi suatu tanggapan ada bermacam-macam, dapat berupa pertanyaan, dukungan, ataupun kritikan (sanggahan).
  1. Tanggapan Berupa Pertanyaan 
  2. Pertanyaan perlu diajukan ketika ada pendapat peserta lain yang tidak/kurang jelas disaat suatu gagasan disampaikan. Penggunaan kata-kata tanya bergantung pada jenis jawaban yang kita inginkan. Contoh:  "Saya tertarik dengan hasil pengamatan anda. Namun, menurut anda kira-kira mengapa masalah pencemaran lingkungan di kawasan pabrik industri seperti itu sangat sulit untuk diatasi?"
  3. Tanggapan Berupa Dukungan
  4. Dukungan disampaikan ketika pendapat orang lain selaras dengan pendapat kita. Tanggapan berupa dukungan ini merupakan hal yang positif dan dapat menguatkan suatu gagasan orang lain. Contoh: "Pendapat yang disampaikan saudara penyaji tadi benyak benarnya. Sudah merupakan fenomena umum bahwa kondisi lingkungan di sekitar pabrik industri indentik dengan pencemaran. Hal ini juga terkesan dibiarkan. Pemerintah daerah setempat bahkan tidak memberi sanksi yang tegas terhadap pabrik-pabrik industri yang membuang limbah sembarangan."
  5. Tanggapan Berupa Kritikan
  6. Sebaliknya jika kritikan disampaikan ketika pendapat orang lain berbeda dengan pendapat kita. Agar kritikan lebih kuata maka harus disertai fakta dan alasan yang logis. Contoh "Saya kira pendapat itu berlebihan dan tidak sepenuhnya seseuai dengan fakta yang saya temukan. Daerah tempat tinggal saya adalah kawasan industri, tetapi tidak ada masalah pencemaran lingkungan. Pengolahan limbahnya juga sangat baik dan tidak pernah menjadi masalah pencemaran lingkungan. Pengolahan limbahnya juga sangat baik dan tidak pernah menjadi masalah. Oleh karena itu, saya tidak sependapat apabila semua kawasan pabrik industri dikatakan tercemar, karena kenyataanya tidak semua demikian."
Didalam diskusi juga terdapat sebuah pertanyaan didalamnya. Disaat anda mengajukan pertanyaan kita harus tahu tindakan dan tutur kata yang tepat. Sehingga orang yang diberi pertanyaan paham akan maksud pertanyaan tersebut. Berikut tata tertib bertanya saat berdiskusi sebagai berikut.
  1. Mengerti akan topik yang dibahas
  2. Disaat mengajukan pertanyaan jangan sampai anda belum mengetahui tema yang dibahas didalam diskusi. Mengerti akan topik diskusi yang dibahas membuat sebuah pertanyaan menjadi lebih lebih logis dan meyakinkan. Sehingga pertanyaan akan menjadi sebuah hal penting.
  3. Henadaknya Relevan dengan topik permasalahan
  4. Jika anda ingin meyampaikan pertanyaan jangan sampai melewati batas dari tema yang dibahas. Artinya pertanyaan harus sesuai dengan topik yang dibahas didalam diskusi. Karena jika anda mengajukan pertanyaan yang melewati batas topik maka peserta diskusi akan kebingungan dan tidak tahu apa yang dimaksud sang penanya.
  5. Tidak mengulang pertanyaan peserta lain
  6. Jangan sampai anda mengulangi pentanyaan peserta lain. Itu membuat bahwa anda tidak fokus dan berkonsentrasi dalam jalannya diskusi.
  7. Disampaikan dengan jelas dan lancar
  8. Usahakan anda meyampaikan sebuah pertanyaan dengan tutur kata yang jelas dan lancar. Ajukan pertanyaan dengan singkat dan padat agar para peserta megerti akan pertanyaan yang dimaksud.
  9. Disampaikan setelah mendapatkan izin dari mederator
  10. Biasanya saat mengajukan pertanyaan kita akan menunjukan jari atau mengangkat tangan. Lalu setelah itu anda akan mendapatkan izin untuk mengutarakan pertanyaan. Jangan sampai mengutarakan pertanyaan sebelum mendapat izin dari pembawa acara atau moderator. karena hal seperti itu adalah sikap yang tidak sopan atau kurang baik.
Dalam sebuah diskusi tentu saja dapat terjadi adanya perbedaan pendapat dalam upaya mendapatkan solusi dari persoalan yang dibahas. Perbedaan pendapat tersebut akan memunculkan adanya bentuk rasa persetujuan, ketidaksetujuan, upaya sanggahan, ataupun kritikan dari masing-masing peserta diskusi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat meyampaikan pendapat agar tidak ada kesalahpahaman dikubu peserta, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan disaat meyampaikan pendapat sebagai berikut.
  1. Pendapat disampaikan dengan jelas dan tidak bertele-tele
  2. Tanggapan yang baik adalah tanggapan yang mudah dipahami oleh para peserta. Oleh karena itu, utarakan pendapat dengan jelas, singkat, dan padat.
  3. Sampaikan setelah mendapat izin dari moderator
  4. Jika moderator belum memberi izin kepada anda yang ingin menyampaikan pendapat maka jangan sampai anda sampaikan pertanyaan terlebih dahulu. Karena hal itu dianggap kurang beretika.
Jika meyanggah atau mengkritik pendapat orang lain, maka perlu diingat beberapa hal berikut ini.
  1. Hapus emosi, marah, dan prasangka negatif 
  2. Tahan semua amarahan dan hal-hal yang besifat negatif saat mengkritik sebuah pendapat orang lain. Sehingga kritikan anda akan dihormati oleh peserta diskusi.
  3. Sanggahan harus objektif, logis, jujur
  4. Sangggahan yang dimaksud objektif, logis, jujur adalah sanggahan yang mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.
  5. Menunjukan data, fakta, ilustrasi
  6. Gunakanlah fakta-fakta yang dapat memberi kekuatan sebuah sangggahan atau kritikan. Sehingga kritiakan tidak dianggap kepalsuan semata.
  7. Disampaikan secara urut, rinci, teliti, dan tidak berbelit-belit
  8. Sampaikan sanggahan dengan susunan yang teratur agar gagasan yang disampaikan dapat dipahami oleh para peserta diskusi

Menulis Rangkuman Isi Buku

Menulis Rangkuman Isi Buku

Usai membaca buku, biasanya kamu diminta untuk menyarikan isinya. Uraian yang berisi intisari bacaan tersebut dinamakan dengan rangkuman. Di akhir bab atau akhir buku pasti akan kamu jumpai suatu rangkuman/ringkasan.
Dapatkah kamu menyusun suatu rangkuman setelah membaca buku?
Bagaimana langkah-langkahnya? Mari kita ikuti pelajaran berikut!

1. Pengertian Rangkuman

Rangkuman disebut juga sebuah ringkasan. Rangkuman artinya kegiatan menyusun gagasan pokok/intisari suatu karangan atau buku menjadi bentuk yang ringkas atau pendek. Kamu harus perhatikan, bahwa suatu rangkuman tidak boleh mengubah ide pokok (gagasan pokok) teks aslinya.

2. Manfaat Rangkuman

Karena merangkum adalah kegiatan menyusun teks/bacaan menjadi ringkas, maka akan banyak manfaat yang diperoleh dari membaca rangkuman. Adapun beberapa manfaat dari suatu rangkuman, antara lain sebagai berikut.
  • Menemukan secara cepat informasi yang dibutuhkan.
  • Menemukan bagian-bagian penting isi buku.
  • Dapat menggambarkan keadaan mengenai isi buku.
  • Waktu yang digunakan untuk membaca jauh lebih singkat.
  • Membantu keperluan yang sifatnya praktis. Misalnya butuh intisari buku dalam waktu yang singkat.

3. Langkah-Langkah Merangkum

Agar hasil rangkumanmu menjadi baik, ada langkah-langkah yang perlu kamu perhatikan. Langkah-langkah merangkum adalah sebagai berikut.
  • Bacalah teks secara cermat dan efektif, sampai kamu dapat menangkap gagasan utama, kesan umum, sudut pandang, dan tema utama dari teks.
  • Catatlah bagian-bagian yang kamu anggap penting.
  • Tulislah informasi berdasarkan bagian-bagian yang kamu anggap penting tersebut.
  • Tulislah ulang intisari bacaan ke dalam bentuk kalimat tidak langsung, bergaya orang ketiga (penceritaan). Gunakan bahasa sendiri, bukan bahasa teks/buku yang diambil secara utuh, menyeluruh, lengkap, sekalipun dalam bentuk penuturan yang singkat.
  • Tidak memasukkan pikiran, ilustrasi, atau contoh sendiri.
  • Tidak mengubah keseimbangan dan penekanan pengarang asli.
  • Menyusun draf atau kerangka untuk membuat intisari bacaan.
  • Susun draf menjadi bentuk rangkuman yang baik.
Sebagai latihan baca dan pahami teks berikut, kemudian kerjakan latihan yang menyertainya!
Mengenal Pestisida
Pestisida adalah bahan kimia beracun yang digunakan untuk mengendalikan hama, baik berupa tanaman pengganggu (gulma), serangga, binatang pengerat, cendawan (jamur), bakteri, virus, maupun cacing. Contoh dari pestisida adalah obat nyamuk, DDT, dan obat tikus.

Pestisida umumnya digunakan oleh petani untuk mengendalikan hama tanaman, seperti tikus pada tanaman padi, ulat pada tanaman sayuran, serta virus pada tanaman jeruk. Pestisida juga banyak digunakan di rumah dan perkantoran, seperti pada penyemprotan pestisida untuk menghindari wabah penyakit malaria yang dijangkitkan oleh nyamuk.
Pestisida mengendalikan ulat pada tanaman sayuran.
Pestisida mengendalikan ulat
pada tanaman sayuran.
 Berdasarkan sasaran penggunaannya, pestisida dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam, yaitu herbisida untuk membasmi gulma (contohnya atrazin yang banyak digunakan pada ladang gandum), insektisida untuk membasmi serangga (contohnya adalah DDT yang sangat ampuh untuk memberantas serangga), fungisida untuk membasmi jamur, rodentisida untuk membasmi binatang pengerat, nematisida untuk membasmi cacing, dan bakterisida untuk membasmi bakteri.

Dampak Negatif Pestisida
Selain bersifat menguntungkan, penggunaan pestisida juga dapat merugikan. Sifat yang merugikan ini akan muncul jika penggunaannya tidak tepat. Beberapa kerugian yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pestisida antara lain timbulnya resistansi (daya tahan) pada jasad pengganggu sasaran, timbulnya jasad pengganggu sekunder, keracunan yang dapat berakibat kematian pada manusia dan hewan peliharaan, kematian musuh alami jasad pengganggu, kematian jasad lainnya yang bukan sasaran, masalah residu pestisida pada tanaman dan hasil tanaman, serta pencemaran lingkungan yang dapat ditimbulkan. 
Insektisida 
Insektisida adalah jenis pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga. Zat penting dalam insektisida dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu organoklor, organofosfat, dan karbamat.

Organoklor adalah senyawa organik yang mengandung unsur klor, misalnya DDT, aldrin, dan lindan. Senyawa organoklor sukar terurai dan larut dalam lemak. Organofosfat adalah senyawa organik yang mengandung anion fosfat, seperti malation, diazinon, dan paration. Senyawa organofosfat umumnya lebih beracun daripada senyawa organoklor (kecuali DDT), terakumulasi dalam lemak, tetapi lebih mudah terurai di alam. Karena itu, penggunaan senyawa ini sebagai insektisida semakin meningkat. Adapun karbamat adalah insektisida yang berasal dari derivat (turunan) ester-ester metil karbamat yang mempunyai rumus kimia NH(CH3)(COOH). Senyawa karbamat tidak terakumulasi dalam lemak dan mudah terurai, misalnya karbaril dan furadan.

DDT
DDT (dikloro difenil trikloroetana) adalah insektisida jenis organoklor yang mempunyai rumus kimia HCfCgH2CDCCIg. Pada Perang Dunia II, DDT yang dicampur dengan bedak digunakan tentara untuk menghindari penyakit malaria dalam medan pertempuran. DDT mempunyai efek samping yang sangat berbahaya bagi manusia. DDT dapat merusak sel syaraf, serta menghambat metabolisme kalsium untuk pertumbuhan gigi dan tulang. Karena efek samping dari DDT lebih banyak merugikan daripada manfaatnya, sekarang DDT sudah dilarang di beberapa negara maju.
Dari teks di atas, coba buat bentuk rangkumannya! Gunakan langkah-langkah yang telah kamu kuasai!
a. Gagasan pokok (intisari) tiap bagian (paragraf)
b. Susunlah gagasan pokok (intisari) beberapa paragraf di atas menjadi bentuk kerangka dasar.
c. Kembangkan kerangka dasarmu menjadi bentuk rangkuman yang baik, sistematis, dan terstruktur.
d. Tukarkan dengan temanmu untuk dikoreksi dan dibandingkan dengan teks aslinya!